Belajar Hukum Bisnis Mahasiswa Prodi Manajemen Nusa Putra Berkunjung ke BPSK Kabupaten Sukabumi

Prodi Manajemen Nusa Putra Sukabumi

SUKABUMI – Puluhan mahasiswa dari Program Studi Manajemen Universitas Nusa Putra melakukan kunjungan ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (8/5/2024). Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka memberikan materi kuliah Hukum Bisnis kepada mahasiswa program studi Manajemen

Pada kunjungan tersebut dilakukan oleh mahasiswa dari program studi Manajemen pada mata kuliah Hukum Bisnis yang diampu oleh dosen Dana Budiman.
Budi mengatakan, pada kunjungan tersebut mahasiswa diberikan penjelasan lengkap mengenai hak dan kewajiban konsumen serta bagaimana BPSK menangani sengketa antara konsumen dengan pelaku usaha.

Bacaan Lainnya

“Kebetulan untuk mata kuliah hukum bisnis, kami melakukan kujungan lgsung ke BPSK Kabupaten Sukabumi, agar mahasiswa lebih paham dan mengerti praktek langsung dari hukum bisnis tersebut,” terangnya.

Adapun dalam pemaparan materinya, para mahasiswa mendapatkan materi langsung oleh salah satu anggota BPSK Kabupaten Sukabumi Roni Samosir. Pria yang juga menjabat sebagai Humas di BPSK Kabupaten tersebut memberikan materi tentang BPSK Sukabumi dimana BPSK Sukabumi merupakan yang terbaik di Indonesia karena dikelola dengan asas nasionalisme.

“BPSK Kabupaten Sukabumi berdiri dari tahun 2005 dengan berlandaskan Undang-Undang nomor 8 tahun 1999 dengan anggota sebanyak 15 orang yang terdiri dari 3 unsur yaitu perwakilan pemerintah, pelaku usaha , serta konsumen,” terangnya saat memberikan materi kepada puluhan mahasiswa tersebut.

Sementara itu, Kepala BPSK Kabupaten Sukabumi Tedi Kuswandi menjelaskan bahwa wilayah Kabupaten Sukabumi merupakan kabupaten terluas kedua di pulau jawa dengan populasi lebih dari 2,5 juta pada tahun 2020. Berdasarkan data Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP).

Pada akhir tahun 2023, tercatat lebih dari 5600 pelaku usaha terbagi menjadi usaha kecil, menengah dan besar. “Kondisi tersebut mengambarkan bahwa Kabupaten Sukabumi memiliki potensi rawan sengketa dimana BPSK hadir di tengah Masyarakat untuk menjalankan tugasnya perihal mediasi konflik antara konsumen dan pelaku usaha,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu juga, BPSK juga mengajak kepada para mahasiswa untuk berperan aktif menjadi agen perubahan dalam mensosialisasikan hak dan kewajiban konsumen kepada masyarakat luas.

“Dan apabila mendapati konflik konsumen dan pelaku usaha di lingkungan sekitar, maka mahasiswa harus memiliki kepedulian sosial dengan merekomendasikan BPSK sebagai solusi dalam menyelesaikan kasus sengketa tanpa harus berpikir perihal biaya,” pungkasnya. (wdy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *