Fauzan tidak menampik, jika tumbuhnya paham radikalisme biasanya masuk melalui kegiatan di organsiasi mahasiswa ekstra kampus (omek). Namun, untuk aktivitas ini pun dipantau oleh UMM.
Mantan wakil rektor II ini bercerita, tahun 2005 lalu, ada lima mahasiswa UMM yang menjadi korban dari paham radikal. Mereka dicuci otaknya oleh salah satu kelompok radikal. Bahkan, kelimanya juga sempat dikabarkan hilang selama beberapa hari.
“Pernah ada kejadian mahasiswa terpapar radikalisme, tapi mereka korban. Saya ingat betul karena waktu itu menjabat sebagai Kabiro Kemahasiswaan,” tandasnya.
(tik/JPC)



