Tiga Siswa SDN Brawijaya Sukabumi Juara FTBI, Satu Diantaranya Lolos ke Provinsi

SUKABUMI – SDN Brawijaya Kota Sukabumi kembali menorehkan prestasi di Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) jenjang SD Tingkat Kota Sukabumi.

FTBI yang digelar di SMPN 7 Kota Sukabumi pada Sabtu (5/11/2022) tersebut diikuti 196 siswa SD yang mewakili kecamatan masing-masing dan SDN Brawijaya berhasil meraih tiga kejuaraan sekaligus, satu diantaranya lolos ke tingkat Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah SDN Brawijaya mendapat kejuaraan yaitu Juara 3 Lomba Sajak Putra yang diraih oleh Akbar, Juara 3 Sajak Putri oleh Syera dan Juara 1 lomba Biantara Putri yang diraih oleh Ridha. Sesuai ketentuan panitia bahwa yang menjadi juara pertama berhak mengikuti FTBI di tingkat Provinsi Jawa Barat mewakili Kota Sukabumi,” terang Kepala SDN Brawijaya, Histato kepada Radar Sukabumi baru-baru ini.

Menurutnya FTBI tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2021, SDN Brawijaya berhasil meraih kejuaraan sehingga ia berharap tahun ini bisa kembali meraihnya.

“Tidak hanya SD Brawijaya tetapi Kota Sukabumi juara umum tingkat propinsi,” ucapnya.

Masih kata Histato, Festival Tunas Bahasa Ibu 2022 merupakan media apresiasi kepada para peserta revitaslisasi bahasa daerah. Festival ini dilaksanakan secara berjenjang dari sekolah di tingkat kecamatan, kabupaten kota hingga Provinsi Jawa Barat. Para juara dari masing-masing jenjang akan berlomba ke jenjang berikutnya sesuai dengan mata lomba.

Menurutnya, upaya merawat bahasa ibu sekaligus mengenalkan sejak dini kepada anak.

Sementara itu, guru pembimbing lomba Euis, mengaku bangga dan senang para siswanya bisa meraih kejuaraan.

“Alhamdulillah sangat bangga, semoga siswa kami bisa terus berprestasi,” tuturnya.

Menurutnya bahasa, seni dan budaya sunda yang harus kita lestarikan bersama. Festival Tunas Bahasa Ibu sebagai upaya menggencarkan revitalisasi bahasa daerah yang menyasar generasi muda. Sehingga nantinya akan semakin bangga menggunakan bahasa daerah.

“Kita lestarikan budaya kita dan bangga berbahasa daerah. Ayo kita terus lestarikan dan bangga menggunakan bahasa daerah sebagai salah satu kekayaan bangsa Indonesia,” pungkasnya.(wdy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *