Tiga Kandidat Perebutkan Kursi Rektor UNLIPS

Universitas Linggabuana PGRI Sukabumi
CARI YANG TERBAIK: Foto bersama usai Sidang Senat Universitas Lingabuana PGRI Sukabumi (UNLIPS) di Kampus II UNLIPS, Jalan Keramat, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi pada, Senin (13 Mei 2024). (ist)

SUKABUMI – Senat Universitas Linggabuana PGRI Sukabumi (UNLIPS) menetapkan tiga calon rektor UNLIPS Periode 2024-2029, pada Sidang Senat Pemilihan Rektor UNLIPS di Kampus II UNLIPS, Jalan Keramat, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi pada, Senin (13/5).

Pantauan Radar Sukabumi, sebelumnya ketiga calon rektor itu rampung menjalani proses seleksi yang cukup ketat. Ketiga Bakal Calon (Balon) Rektor UNLIPS tersebut adalah Ari Riswanto, Dede Kurniawan dan Joko.

Bacaan Lainnya

“Hari ini kita melaksanakan sidang senat pemilihan Rektor Universitas Linggabuana PGRI Sukabumi Periode 2024-2029, dimana ini merupakan rangkaian dari sidang senat terbuka dan sidang senat tertutup,” terang Ketua Senat Calon Pemilihan Rektor UNLIPS, Asep Deni kepada Radar Sukabumi di sela-sela acara.

Di waktu bersamaan juga dilakukan pemaparan visi misi bakal calon rektor 2024-2029, dilanjutkan pertanyaan-pertanyaan dari hadirin yang meliputi anggota senat, Badan Pembina Harian (BPH), perwakilan dosen, perwakilan dari tenaga pendidik dan perwakilan mahasiswa.

“Berkaitan dengan pertimbangan terhadap para calon tersebut dan ditetapkanlah ke tiga bakal calon tersebut,” ujarnya.

Asep Deni menjelaskan, untuk penetapan rektor selanjutnya akan diputuskan oleh PGRI Pusat. Sementara senat hanya menetapkan tiga bakal calon untuk selanjutnya diserahkan kepada BPH kemudian dari BPH akan diserahkan kepada PGRI Pusat untuk dipilih dan ditetapkan. Hal itu sesuai dengan aturan organisasi PGRI.

“Kita bersyukur dari proses penjaringan calon rektor yang dimulai 1 April -3 Mei 2024 terjaring tiga calon, setelah terjaring senat memberikan pertimbangan atas hasil dari pencalonan ini dari pencalonan secara administratif yang dilakukan oleh panitia pemilihan rektor dan itu sudah dilaksanakan secara baik dan dilanjutkan dengan sidang senat dan tadi juga hasil kesepakatan bahwa ke tiganya ini layak untuk kita ajukan ke BPH dan nanti BPH juga mengajukan ke PGRI Pusat untuk selanjutnya kita tinggal menunggu saja nanti siapa yang diproses lebih lanjut siapa yang dipilih dan ditetapkan oleh PGRI Pusat,” jelasnya.

Siapapun yang akan terpilih menjadi Rektor UNLIPS baru nanti, diharapkan bisa menjadi pemimpin yang bisa
memajukan UNLIPS untuk lebih baik lagi.

“Semoga rektor selanjutnya bisa mampu berpikir visioner yaitu seorang pemimpin yang bisa memberikan kemajuan untuk memajukan universitas mengembangkan universitas dan bagaimana universitas memiliki daya saing,” ucapnya.

Kemudian diharapkan memiliki kemampuan untuk mengembangkan sarana dan prasarana kedepan sehingga, sehingga bisa jauh lebih diminati dan memiliki branding rebutan.

“Terakhir tentu ini adalah basis kurikulum dan akreditasi karena disitulah kuncinya jadi kalau akreditasinya bagus kurikulumnya bagus semua proses dilakukan dengan bagus dengan dukungan sumber daya dosen yang bagus, semua pihak yang mendukung tetmasuk BPH maupun tenaga pendidik akan menjadikan universitas ini menjadi lebih hebat kedepannya,” ujar Asep yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor II Bidang Kemahasiswaan di UNLIPS.

UNLIPSMeski begitu, ia yakin ketiga calon tersebut adalah orang-orang yang memiliki kapabilitas dan kapasitas yang bagus.
Sebab, ia menilai ketiganya merupakan orang-orang terbaik di lingkungan kampus.

“Ketiganya masing-masing memiliki kelebihan,” ulasnya.

Seperti untuk calon Ari Riswanto dengan kelebihannya sebagai seorang penulis jurnal penelitian, tentu memiliki keunggulan tersendiri di mana pemikiran-pemikiran segarnya bisa mewarnai untuk kemajuan UNLIPS ke depan.

Tak kalah saing lainnya, calon kedua yaitu Dede Kurniawan dengan pengalamannya yang luar biasa di bidang akademik juga background yang cukup bagus analisisnya serta memberikan saran-saran dan memberikan langkah-langkah, serta visi misi dan program yang nampaknya lebih akomodatif dan lebih kolaboratif untuk membangun sinergritas semua pihak.

Balon terakhir yakni Joko dengan pengalaman akademik luar biasa, dengan pengalamannya yang juga cukup mumpuni tentu adalah salah satu kandidat yang cukup potensial.(wdy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *