STIKes Sukabumi Kerahkan Mahasiswa dan Dosen untuk Bantu Korban Gempa Cianjur

STIKes Sukabumi
PEDULI: Dosen STIKes Sukabumi saat memeriksa kesehatan korban bencana gempa di Cianjur. (Insert) Tim Medis STIKes Sukabumi berfoto di salah satu tenda pengungsian.

SUKABUMI – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Sukabumi bergerak cepat membantu korban gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat (Jabar).

Tim beranggotakan mahasiswa dan dosen STIKes Sukabumi ini diterjunkan untuk membantu para korban bencana gempa salah satunya untuk perawatan medis.

Bacaan Lainnya

Koordinator Lapangan sekaligus Dosen STIKes Sukabumi, Tara Indra Dirgantara mengatakan, para mahasiswa dan dosen dibagi menjadi dua tim, tim pertama dikirimkan untuk membantu di Rumah Sakit Sayang Cianjur dan tim kedua diterjunkan di posko-posko di Desa Barukaso Sukamulya, Kecamatan Cugenang lantaran di desa tersebut belum tersentuh tenaga medis.

“Untuk personel yang sudah ke lokasi dari tim dosen sekitar empat sampai enam orang begiliran setiap harinya dan untuk mahasiswa sekitar sepuluh orang perharinya dan bantuan ini kita sudah lakukan mulai Selasa (22/11/2022),” ucap Tara kepada Radar Sukabumi, Rabu (23/11).

Ia menjelaskan, selain bantuan personel berupa tim medis, STIKes Sukabumi juga memberikan bantuan materil.

“Untuk materil kita sedang menggalang dana tetapi hari ini kita mengirimkan kebutuhan terpal untuk pengungsi yang berdekatan dengan posko kesehatan yang kita buat,” ucapnya.

Para mahasiswa dibekali peralatan pemeriksaan fisik dan set perawatan luka beserta obat-obatan berupa penghilang sakit dan vitamin.

Menurutnya kejadian bencana adalah kejadian yang tidak bisa di prediksi, bisa kapan saja dan dimana saja, dan kadang sering menyebabkan chaos di lapangan maka diperlukan kesiap siagaan bencana yang berkesinambungan dan komunikasi yang baik antar institusi dan masyarakat.

Ia pun berharap bencana ini dapat dijadikan pelajaran bagi masyarakat terutama wilayah kota Sukabumi, mungkin suatu saat kejadian seperti ini bisa menimpa tempat kita, maka diperlukan mitigasi bencana yang baik supaya penangan terhadap masyarakat yang terkena dampak bisa cepat dan baik.

“Mudah-mudahan masyarakat yang sekarang terkena dampak bisa cepat pemulihannya, terutama dari segi psikologisnya,” pungkasnya. (wdy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *