PENDIDIKAN

Sri Intan Nuraeni, Siswi SMKN 2 Kota Sukabumi Raih Penghargaan Gubernur Jabar Berkat Prestasi Internasional Kejuaraan Pencak Silat

×

Sri Intan Nuraeni, Siswi SMKN 2 Kota Sukabumi Raih Penghargaan Gubernur Jabar Berkat Prestasi Internasional Kejuaraan Pencak Silat

Sebarkan artikel ini
SELALU BERPRESTASI : Sri Intan Siswi SMKN 2 Sukabumi saat menerima penghargaan sebagai siswi berprestasi di acara perayaan Hari Pendidikan Nasional di Bandung, Jawa Barat, Jumat (2/5/2025). Sri Intan meraih Juara 1 silat tingkat internasional.
SELALU BERPRESTASI : Sri Intan Siswi SMKN 2 Sukabumi saat menerima penghargaan sebagai siswi berprestasi di acara perayaan Hari Pendidikan Nasional di Bandung, Jawa Barat, Jumat (2/5/2025). Sri Intan meraih Juara 1 silat tingkat internasional.

SUKABUMI – Momen Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini menjadi lebih istimewa bagi SMKN 2 Kota Sukabumi. Salah satu siswi terbaiknya, Sri Intan Nuraeni, kelas X.MPLB.2 mengharumkan nama sekolah dan daerahnya setelah meraih Juara 1 dalam ajang Paku Bumi Championship International Open ke-13 tahun 2024, dan menerima penghargaan secara langsung dari Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi dalam upacara peringatan Hardiknas tingkat provinsi yang digelar di Bandung, Jumat (2/5/2025).

Dalam sambutannya usai menerima penghargaan, Intan—begitu ia akrab disapa—mengaku tidak menyangka akan menjadi satu-satunya perwakilan dari SMKN 2 yang terpilih menerima penghargaan tersebut, dari enam nama yang sempat diusulkan sekolah.

Bank bjb Tandamata

“Perasaan saya campur aduk, antara bangga, lega, senang, dan bahkan terkejut. Apalagi saat tahu hanya saya yang akhirnya dipilih,” ujar Intan kepada Radar Sukabumi.

Ketertarikan Intan pada dunia pencak silat sudah tumbuh sejak duduk di bangku kelas 1 SMP. Namun, baru di kelas 2 SMP semester 2 ia mulai serius menekuni olahraga bela diri tradisional ini.

“Menurut saya, pencak silat bukan cuma olahraga, tapi juga bentuk seni dan pembentukan karakter. Dari pencak silat, saya belajar tentang kedisiplinan, keberanian, dan percaya diri,” kata Intan.

Perjalanan menuju podium juara internasional tentu tidak mudah. Intan harus melalui berbagai tantangan, mulai dari melawan rasa malas hingga mengatasi ketakutan saat menjelang pertandingan. Namun semua itu mampu dilaluinya berkat latihan yang konsisten dan dukungan luar biasa dari orang tua, guru, serta teman-teman sekolahnya.

“Latihan rutin sangat penting. Saya fokus pada latihan teknik, sparring, dan fisik. Kunci bisa jadi juara, menurut saya, adalah kerja keras, disiplin, pola makan teratur, dan menjaga kondisi fisik. Tapi yang paling penting saat bertanding adalah mendengarkan pelatih dan mengikuti instruksi,” jelasnya.

Intan sendiri berpesan kepada teman-temannya agar tidak takut bermimpi dan berproses. “Saya bukan siapa-siapa. Tapi karena punya keinginan kuat, dukungan keluarga, dan lingkungan yang positif, saya bisa sampai di titik ini. Semoga ke depan bisa lebih baik dan bisa terus membawa nama baik sekolah dan daerah,” imbuhnya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 2 Kota Sukabumi, Slamet Widodo, menyampaikan rasa bangga dan syukur atas pencapaian siswinya tersebut.

“Alhamdulillah, ini sejalan dengan program Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang kami terapkan, yakni jalur prestasi kejuaraan. Intan adalah salah satu siswi yang masuk melalui jalur prestasi, dan kini membuktikan dirinya memang layak,” ujarnya.

Sekolah, lanjut Widodo, berkomitmen penuh dalam mendukung minat dan bakat siswa, termasuk memberikan dispensasi ketika siswa mengikuti perlombaan atau pertandingan. “Kami juga rutin memfasilitasi kegiatan ekstrakurikuler, dan yang terbaru, kami mengantar langsung Intan ke Bandung untuk menerima penghargaan dari Gubernur Jabar,” tambahnya.

Menurut Widodo, capaian Intan ini diharapkan bisa menjadi pemicu semangat bagi siswa-siswi lainnya. Ia menambahkan penghargaan yang diterima Intan bukan hanya bentuk apresiasi atas prestasi, tetapi juga pengakuan bahwa siswa dari sekolah kejuruan pun mampu bersaing di tingkat dunia jika diberi ruang dan dukungan yang memadai.

“Kami berharap ini jadi inspirasi untuk siswa lain agar berani mengekspresikan diri sesuai minat dan bakat masing-masing, bahkan hingga ke level prestasi nasional maupun internasional,” pungkasnya. (wdy)