“Ini dimobilisasi KPPPA melalui program forum anak. Mereka menjadi champion di wilayahnya untuk aksi lingkungan. Program itu sudah nasional. Jadi dukungannya dari Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak,” ujar Sekertaris Pusat Studi Bencana LPPM IPB Perdinan kepada wartawan koran ini melalui sambungan telepon di Jakarta.
Selain itu, ada metode Child Centered Climate Change Risk Assessment (C4RA) yang dikembangkan juga diarahkan untuk mendukung program Kota Layak Anak (Child Friendly City) yang dikembangkan oleh KemenPPA di seluruh wilayah Indonesia.
Metode ini pada dasarnya dapat diterapkan untuk mengidentifikasi daerah rawan dan strategi adaptasi potensi daerah. Inisiaitif pengembangan APIFA ini sangat sejalan dengan inisiatif pemerintah tentang Rencana Aksi Nasional Adaptasi Perubahan Iklim (RAN-API)
“Implementasi sudah dilakukan melalui program Forum Anak Nasional (FAN) oleh KPPPA dibeberapa Kota dan melslui pelatihan para siswa program tersebut. Sesuai desain memang program nasional akan diakselerasi oleh KPPPA,” beber Perdinan.
Pemetaan program dan kegiatan dari seluruh kedeputian yang terkait dengan program APIFA lingkup target yang dipetakan meliputi anak, keluarga, sekolah, lingkungan, region, spasial, gender, literasi, perempuan (PHP) serta masyarakat dan dunia usaha.
Terkait kejadian bencana, aspek yang dipetakan meliputi pada saat Pra Bencana (preventif) saat bencana dan pascabencana. “Program AFIFA ini untuk jenjang anak sekolah mulai tingkat Sekolah menangah pertama dan Selolah menengah atas,” tukas Perdinan.
(dan)




