SUKABUMI — Dalam rangka belajar cara menyusun berita faktual dan produksi berita, puluhan pelajar SMAN 4 Kota Sukabumi yang tergabung sebagai anggota ekstrakurikuler jurnalistik mengunjungi kantor Graha Pena harian Radar Sukabumi, Jumat (20/9/2024).
Kunjungan atau study tour tersebut bertemakan ‘Menyusun berita faktual: Produksi berita di media pada era digital 3.0’ didampingi guru pembina Jurnalistik Edi Rusiandi dan pembimbing ekstrakurikuler berjalan dengan lancar.
Ketua Jurnalistik SMAN 4 Kota Sukabumi Ratu Zahra Permatasari mengatakan, kunjungan atau study tour dalam rangka untuk belajar bagaimana cara membuat berita faktual dan cara memproduksi berita dengan cara yang benar.
“Kami ingin belajar tentang cara membuat berita yang faktual dan menyusun berita yang baik,”jelas Ratu.
Sementara itu, Pembicara dari Radar Sukabumi Handi Salam menjelaskan bahwa untuk menyusun berita faktual di era digital 3.0 memerlukan beberapa cara, pertama adalah riset dan verifikasi fakta, dalam hal ini jurnalis harus bisa memastikan sumber informasi yang digunakan terpercaya dan valid. Kemudian verifikasi fakta, jurnalistik harus melakukan pengecekan silang dengan berbagai sumber untuk memastikan kebenaran informasi.
Selain itu, penggunaan teknologi AI dan Big Data juga bisa menjadi point kedua yang harus diperhatikan. Kemudian untuk point ketiga adalah penyajian harus Interaktif bagaimana membuat berita yang memungkinkan audiens berinteraksi, seperti polling atau grafik interaktif. Ini meningkatkan engagement.
“Intinya membuat berita faktual harus transparansi dan kredibilitas dan untuk sumber harus terbuka: Sertakan sumber terbuka yang dapat diakses oleh pembaca untuk memverifikasi fakta sendiri, “terangnya.
Selain itu, kecepatan dan ketepatan waktu menjadi kunci, pasalnya di era digital harus cepat dan terkini, namun tetap akurat. Manfaatkan media sosial untuk penyebaran informasi dengan cepat.
“Monitoring Isu, Pantau isu-isu penting secara real-time melalui media sosial atau alat monitoring online, “terangnya.
Selain itu juga jurnalis harus memiliki etika jurnalistik, misalnya etika Publikasi untuk menjaga etika jurnalistik dengan tidak menyebarkan berita yang belum diverifikasi atau berita sensasional tanpa dasar yang jelas.
“Konten yang harus bertanggung jawab, berita di era digital harus tetap menjunjung tinggi objektivitas, meskipun disajikan melalui platform digital. jadi berita di era digital 3.0 menggabungkan kecepatan, teknologi, dan transparansi dengan tetap mengutamakan fakta dan etika jurnalistik,”pungkasnya.(*)






