”Untuk sarpras, belum ada petunjuk. Masih ada skema-skema yang direncanakan. Nanti tinggal tunggu,” kata Sunarto kepada Jawa Pos Radar Madura.
Rencananya, semua SMA/SMK di Bangkalan menggunakan sistem itu. Menurut dia, penggunaan Android untuk media pembelajaran dan ujian cukup tepat.
Sebab, rata-rata siswa jenjang SMA/SMK sudah memiliki smartphone sehingga untuk penyediaan sarpras tidak terlalu rumit.
”Untuk jelasnya, nanti setelah ada petunjuk lebih lanjut dari provinsi. Yang jelas, sudah pakai Android,” paparnya.
Sebelum USBN menggunakan Android diterapkan, imbuh Sunarto, peserta didik akan diberi bimbingan khusus. Salah satunya dalam menjalankan aplikasi dan cara menjawab soal ujian. Dengan begitu, peserta didik bisa mengerjakan ujian dengan baik.
Dia berharap, pelaksanaan ujian dengan Android didukung sarpras yang memadai dan semua pihak bisa bekerja sama. Rencana penerapan itu terus dibahas demi kelancaran pelaksanaan USBN.
Baginya, dunia pendidikan perlu mengikuti perkembangan zaman. Tidak bisa terus menggunakan metode lama. Perlu inovasi yang cocok untuk diterapkan pada masa kini.
”Guru harus berpikir out of the box. Terus lahirkan inovasi pembelajaran,” pesannya.
(mr/bad/hud/bas/JPR)




