Lulusan SDN Cipanas Kota Sukabumi “Moncer”

Perpisahan SDN Cipanas Kota Sukabumi 2023
MERIAH: SDN Cipanas Kota Sukabumi menggelar acara perpisahan dan pelepasan siswa kelas VI di Gedung Harsa, Jalan Lingkar Selatan Kota Sukabumi, Rabu (21/6). (widi/radarsukabumi)

SUKABUMI – SD Negeri (SDN) Cipanas Kota Sukabumi menggelar acara perpisahan dan pelepasan siswa kelas VI di Gedung Harsa, Jalan Lingkar Selatan Kota Sukabumi, Rabu (21/6).

Berdasarkan pantauan Radar Sukabumi, acara pelepasan yang diikuti sebanyak 98 siswa kelas VI berlangsung penuh khidmat. Penampilan Marchingband SDN Cipanas Kota Sukabumi mengiringi siswa-siswi kelas VI memasuki aula. Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi, pengawas sekolah Kecamatan Citamiang, Ketua Komite SDN Cipanas, perwakilan dari Koramil Kecamatan Citamiang, Camat Citamiang, Lurah Cikondang dan orang tua siswa.

Bacaan Lainnya

Penampilan Marching Band SDN Cipanas Kota Sukabumi untuk mengiringi siswa-siswi kelas 6 memasuki aula tempat perpisahan berlangsung.

Marching Band SDN Cipanas Kota Sukabumi
Penampilan Marchingband SDN Cipanas Kota Sukabumi untuk mengiringi siswa-siswi kelas 6 memasuki aula tempat perpisahan berlangsung, Rabu (21/3/2023).

 

Kepala SDN Cipanas Iwan Setiawan mengatakan, kegiatan pelepasan siswa ini merupakan bentuk tanggung jawab terakhir kepada siswa-siswi  yang akan segera menjadi alumni SDN Cipanas Kota Sukabumi.

Menurutnya acara ini digelar untuk memberikan kesan yang menyenangkan kepada para siswanya.

“Bersyukur acara ini berjalan dengan lancar dan selain menggelar upacara pelepasan kita juga menghadirkan kreativitas siswa-siswi dari kelas I-V untuk tampil menghimbur, juga kita memberikan apresiasi kepada siswa-siwi yang berprestasi mulai dari tingkat kecamatan hingga kota,” terang Kepala SDN Cipanas, Iwan Setiawan yang ditemui Radar Sukabumi di sela-sela kegiatan, Rabu (21/6).

Iwan berharap, para lulusan memiliki akhlak mulia sesuai dengan slogan SDN Cipanas yaitu “MONCER” atau Mandiri, Orisinal, Nasionalis, Cerdas, Empati dan Religius.

Menurutnya, saat ini SDN Cipanas terus memberikan pelayanan  pendidikan terbaik bagi para sisanya. Bahkan sudah tahun ini sekolahnya sudah menjadi sekolah penggerak.

“Alhamdulillah SDN Cipanas menjadi sekolah pertama yang menjadi sekolah penggerak, kalau sekolah lain baru tahun ini kita sudah dua tahun yang lalu melaksanakannya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Sukabumi Mohammad Hasan Asari menambahkan, perpisahan sekolah sebagai bentuk rasa syukur yang tidak wajib dirayakan.

Hasan menyampaikan bahwa perayaan dan kegembiraan yang terjadi baik di SDN Cipanas maupun sekolah-sekolah lain sebenarnya merupakan ungkapan rasa syukur yang tidak wajib untuk dirayakan di tempat khusus.

“Rasa syukur adalah salah satu bentuk penghormatan terhadap kenikmatan yang diperoleh, meskipun acara perpisahan ini bukanlah kegiatan yang wajib dilakukan,” tegas Hasan.

Menurutnya, perpisahan atau pelepasan dapat dilakukan dalam bentuk yang sederhana, misalnya di dalam ruang kelas oleh anak-anak dan wali kelas dengan berdoa dan menyampaikan pesan-pesan singkat.

Selain itu, perpisahan juga bisa dilakukan di halaman sekolah dengan bentuk upacara atau menggunakan tenda, dan
sebagainya. Namun begitu ia mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh SDN Cipanas Kota Sukabumi ini. Menurutnya, acara pelepasan yang digelar di gedung tersebut merupakan kolaborasi yang hebat antara orang tua dan sekolah.

“Intinya mewah atau sederhana itu kembali ke keinginan orang tua siswa, sekolah hanya memfasilitasi,” tegas Hasan.

Kadisdik juga menghimbau kepada lulusan SDN Cipanas untuk dapat melanjutkan pendidikan ke sekolah terdekat dengan rumah. Karena sebenarnya yang dinamakan sekolah favorit itu, ketika para siswa mampu memberikan yang terbaik pada sekolahnya, yaitu dengan belajar yang tekun, sehingga menjadi anak yang pintar dan membanggakan sekolah.

“Sekolah menjadi favorit itu karena siswa-siswanya mampu menunjukkan kemampuannya untuk membuat bangga sekolah dan orang tuanya,” ujarnya.

Tidak lupa Hasan mengucapkan terimakasih sekaligus bangga kepada pihak SDN Cipanas, terutama dalam penerapan Kurikulum Merdeka yang berjalan sesuai harapan.
Tidak lupa Hasan mengajak orang tua dan guru untuk menanamkan karakter yang baik kepada anak-anak.

“Orang tua hendaklah jadi guru kalau di rumah dan sebaliknya para guru jadilah orang tua ketika di sekolah. Anak-anak adalah pengganti dan penerus generasi masa depan,” pungkasnya. (wdy)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *