Resmi dibuka
Saat pembukaan Science Film Festival 2023 berlangsung di Plaza Insan Berprestasi, Kemendikbudristek, Jakarta, lebih dari 200 pelajar menyaksikan film animasi Indonesia berjudul Sang Penerang Desa, yang bercerita tentang pengalaman Puni tinggal di desa dan menemukan inspirasi untuk membawa perubahan di desa-desa Indonesia dengan membangun pembangkit listrik tenaga mikro-hidro.
Selain itu, para siswa-siswi menonton Checker Tobi: The Waste Check, film asal Jerman yang mengajak penontonnya melihat bagaimana sampah kemasan berbahan plastik dapat diolah menjadi sesuatu yang baru.
Setelah menyaksikan kedua film, sejumlah siswa berpartisipasi dalam eksperimen sains bernama “Gas Karbondioksida“. Para siswa menerima tantangan untuk meniup balon serta memadamkan api dengan menggunakan gas karbondioksida, hanya dengan menggunakan asam cuka dan baking soda.
Sejak diluncurkan di Thailand pada tahun 2005, Science Film Festival konsisten mempromosikan literasi sains kepada pemuda di Asia Tenggara, Asia Selatan, Afrika, Amerika Latin, dan Timur Tengah melalui komunikasi berbasis pengetahuan yang menghibur.
Science Film Festival diperkenalkan dan diadakan di Indonesia pada tahun 2010 seiring dengan upaya ekspansi regional festival pada masa itu.
Dalam perjalanan waktu, festival ini telah mengukuhkan diri sebagai yang terbesar di dunia untuk jenisnya, dengan sekitar 700.000 penonton di lebih dari 20 negara selama edisi tahun 2022, termasuk 66.533 penonton di Indonesia. Festival tahun ini diselenggarakan secara internasional di 21 negara sejak 1 Oktober sampai 20 Desember. ***






