Prokes Ketat, STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi Wisuda

STISIP WM Wisuda
Prosesi wisuda secara tatap muka di Hotel Pangrango, Sukabumi, Sabtu (27/11/2021).

SUKABUMI – Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Widyapuri Mandiri Sukabumi menggelar acara prosesi wisuda secara tatap muka di Hotel Pangrango, Sukabumi, Sabtu (27/11/2021).

Acara yang digelar dengan menerapakan protokol kesehatan secara ketat ini diikui sebanyak 177 wisudawan dari tiga program studi yaitu Prodi Administrasi Publik 117 mahasiswa, Prodi Ilmu Pemerintahan 48 mahasiswa dan Prodi Ilmu Komunikasi 12 mahasiswa.

Bacaan Lainnya

Ketua STISIP Widyapuri Mandiri Kantirina Rachaju mengatakan, sangat bersyukur STISIP Widya Puri Mandiri bisa kembali melaksanakan wisuda secara tatap muka dengan lancar

“Alhamdulillah wisuda tahun ini di bawah kepemimpinan ketua STISIP yang baru berjalan secara tatap muka lancar, tetap dengan melaksanakan prokes seperti cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak. Bahkan orang tua wisudawan tidak diperkenankan masuk,” terangnya kepada Radar Sukabumi.

Masih kata Kantirina wisuda bukan akhir dari segalanya. Namun, kehidupan baru menanti pasca tersematnya gelar sarjana di diri para wisadawan.

“Oleh karena itu, berkaryalah untuk memberi kemanfaatan yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” bebernya.

Menurutnya, alumni STISIP Widyapuri Mandiri telah mengisi sejumlah lapangan kerja. Baik di pemerintahan, swasta, maupun BUMN,dan BUMD. Termasuk di sektor perbankan yang ada di Kota dan Kabupaten Sukabumi. Hal ini menjadi bukti pencapaian dari alumni yang patut dibanggakan.

Tak hanya itu, STISIP Widyapuri Mandiri pun melaksanakan kerjasama dengan berbagai pihak agar mahasiswa memiliki skill dan keterampilan profesional dalam rangka memberikan kemanfaatan. Terutama dalam mendukung pembangunan diberbagai bidang.

“Kami bekerjasama santri kuliah dengan Pesantren Al Maftuh. Lewat KIP-Kuliah Aspirasi ini, telah diterima 26 mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan,” ucapnya.

Selain itu, ia menambahkan ada kerjasama program mahasiswa magang di DPK-UKM Kabupaten Sukabumi. Dimana, tahun ini diikuti sekitar 30 mahasiswa.

Juga kerjasama dengan PT. Asuransi Umum Bumiputra Muda 1967 terkait asuransi kuliah bagi mahasiswa. Tahun ini pun, jumlah mahasiswa baru di STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi mencapai 248 orang. Jumlah ini, lebih banyak dibanding tahun sebelumnya.

“Harapannya kedepan tentu STISIP bisa mempertahankan prestasi yang telah diraih dan bisa memperbaiki semua kekurangan yang ada dan terus meningkatkan kualitas di semua bidang, yaitu pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dan tidak hanya itu saja, target kita dalam waktu dekat ini secara kuantitas meraih jumlah mahasiswa yang memadai.

Sementara secara kualitas bisa meningkatkan cluster STISIP meningkatkan akreditasi lembaga /STISIP dan menjadi perguruan tinggi yang unggul di wilayah Jawa Barat.

Sekretaris Daerah  Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman
Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman, menyampaikan sejumlah pesan kepada mahasiswa STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi yang diwisuda.

Acara Prosesi wisuda kali dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman, dalam kesempatan tersebut, Sekda menyerahkan penghargaan terhadap lulusan dengan nilai tertinggi.

Penerima penghargaan diantaranya, Riskawati dari program studi ilmu administrasi dengan nilai IPK 3,79, Aziz Ginanjar dari ilmu pemerintahan dengan IPK 3,70, dan Dinny Dianti dari ilmu komunikasi dengan IPK 3,68

Usai memberikan penghargaan Ade berpesan kepada para wisudwan yang merupakan kunci sukses yang dipegang mantan kepala BKPSDM Kabupaten Sukabumi ini.

“Wisudawan/wisudawati telah sah menjadi sarjana hari ini. Harus diingat terkait kualifikasi, kompetensi, perilaku, dan doa orangtua,” ucap Ade.

Menurutnya selesai mendapatkan gelar sarjana, para wisudawan telah memiliki kualifikasi. Namun, kualifikasi saja tidak cukup. Sehingga, harus ditambah dengan kompetensi agar bisa bersaing.

“Kompetensi dan kualifikasi saja juga tidak cukup. Kompetensi ini harus terus diasah. Semisal sarjana di ilmu pemerintah, tentang kepemerintahannya harus bagus. Begitu pula dengan yang lainnya,” ucapnya.

Tak hanya itu, perilaku pun harus diperhatikan. Sebab banyak orang pintar, namun perilakunya tidak baik. “Kalau sudah bekerja, kompetensi ada, kualifikasi ada, tapi perilakunya jelek juga akan menjadi masalah. Jadi, ahlak perilaku harus diperhatikan,” ungkapnya.

Selain itu, doa dari orangtua menjadi hal yang sangat penting. Sebab, itu penentu kesuksesan. “Kualifikasi, kompetensi, perilaku baik, dan dukungan serta doa dari orangtua, insya Allah puncak kesuksesan ditangan. Saya doakan semoga semuanya sukses dan apa yang dicita-citakan tercapai,” pungkasnya. (*/wdy)


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *