“Meskipun saat ini telah banyak sekolah-sekolah unggulan yang didirikan di berbagai penjuru Tanah Air, namun sesungguhnya bangsa Indonesia membutuhkan lebih banyak lagi sekolah unggulan dengan besarnya jumlah penduduk dan generasi muda yang kita miliki. Terlebih lagi saat ini kita sedang mengalami bonus demografi sampai dengan beberapa dekade mendatang,” katanya.
Di hadapan 150 siswa penerima beasiswa angkatan pertama tahun 2018 SMA Pradita Dirgantara, Marsekal Hadi menjelaskan berkembangnya kemampuan akademis yang baik harus didukung dengan kemampuan kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual dan kecerdasan sosial serta kesehatan yang prima.
“Kemampuan kecerdasan-kecerdasan tersebut, diperlukan agar prestasi akademis dapat dikembangkan dan diarahkan untuk sebesar-besarnya demi kemaslahatan bangsa dan negara oleh pribadi-pribadi yang paripurna,” jelasnya.
Peresmian SMA Pradita Dirgantara oleh Marsekal Hadi ditandai dengan Penekanan tombol sirene dilanjutkan penandatanganan prasasti. Sementara itu, Peletakan batu pertama telah dilaksanakan pada tanggal 17 April 2017 dan Keputusan izin operasional pada tanggal 14 Maret 2018.
Menurut Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Sus Taibur Rahman, turut hadir pada peresmian tersebut di antaranya Presiden RI ke-3 BJ. Habibie, Ketum Dharma Pertiwi Nanny Hadi Tjahjanto, Ketua Harian IKKT Wida Didit Herdiawan, Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, Kabais TNI Marsda TNI Kisenda Wiranata Kusuma, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto dan Dankodiklat AU Marsda TNI Chairil Anwar.
(fri/jpnn)



