Luncurkan Program Praktisi Mengajar, Ini Target Nadiem

Mendikbudristek, Nadiem A Makarim
Mendikbudristek, Nadiem A Makarim.

JAKARTA – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem A Makarim telah meluncurkan Program Praktisi Mengajar. Menurutnya, perguruan tinggi (PT) di Indonesia harus bergerak lebih cepat agar mampu bersaing dengan negara-negara lain.

Nadiem mengatakan, dengan hadirnya praktisi yang mengajar di kampus maka keterlibatan praktisi dalam perencanaan maupun proses pembelajaran dapat berlangsung lebih optimal. Dosen akan memperoleh pengetahuan terbaru tentang dunia industri dan mahasiswa bisa bertatap muka langsung dengan praktisi.

Bacaan Lainnya

“Saya yakin program Praktisi Mengajar yang diluncurkan sebagai Merdeka Belajar Episode Kedua Puluh ini akan semakin menguatkan upaya kita mentransformasi sistem pendidikan tinggi,” ucap Nadiem melalui siaran virtual, Sabtu (4/6).

Dalam upaya mengakselerasi peningkatan kualitas pendidikan, Kemendikbudristek mendorong perguruan tinggi untuk mengacu pada delapan Indeks Kinerja Utama (IKU). IKU adalah ukuran kinerja baru bagi perguruan tinggi untuk mewujudkan perguruan tinggi yang adaptif dengan berbasis luaran lebih konkret.

“Melalui Program Praktisi Mengajar ini kita berharap iklim pembelajaran di kampus akan ikut ter-upgrade, sesuai dengan indikator kinerja perguruan tinggi yang kita targetkan,” imbuhnya.

Secara khusus, program Praktisi Mengajar ini berfokus pada tercapainya IKU nomor 4 dan nomor 7. Merujuk pada IKU nomor 4 yakni praktisi ikut terlibat dalam perencanaan mata kuliah maka nantinya dosen-dosen di Indonesia akan memperoleh pengetahuan terbaru tentang dunia industri. Selain itu, mahasiswa juga bisa berinteraksi langsung dengan para praktisi yang telah berpengalaman di bidangnya masing-masing.

Berikutnya, mengacu pada IKU nomor 7, mahasiswa dapat belajar dengan metode studi kasus masalah riil. Mereka juga dapat menerapkan ilmu dan teori yang diperolehnya pada model pemecahan masalah sekaligus mengembangkan keterampilan nonteknis dalam suatu kelompok kerja sama.

“Pelibatan praktisi atau profesional yang mendorong pembahasan studi kasus dalam kelompok akan mempercepat pencapaian IKU, yang berarti mengakselerasi peningkatan kualitas pendidikan tinggi,” pungkas Nadiem.

Sebelumnya, Mendikbudristek meluncurkan program Merdeka Belajar Episode ke-20. Kali ini mengangkat tema Program Praktisi Mengajar.

Nadiem mengatakan, perguruan tinggi Indonesia harus bertransformasi, dan bergerak lebih cepat agar bisa melompat ke masa depan. “Sekarang sudah bukan lagi waktunya mengejar ketertinggalan, tetapi Indonesia harus berada di garis depan dan memimpin kemajuan dunia,” kata Nadiem.

Nadiem menyatakan, masih ada tantangan yang cukup besar dalam sistem pendidikan tinggi Indonesia. Khususnya berkaitan dengan tingkat kesiapan lulusan perguruan tinggi untuk terjun di dunia kerja. “Ini sebenarnya permasalahan yang sudah cukup lama terjadi. Sekarang kami benar-benar mengambil langkah nyata untuk mengatasinya,” imbuhnya. (bik)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan