Jadi Sekolah Ramah Anak di Sukabumi, KemenPPPA Kunjungi SDN Brawijaya

SDN Brawijaya
SILATURAHMI: Asisten Deputi Perlindungan Anak Kondisi Khusus, Elvi Hendrani saat mengunjungi SDN Brawijaya Sukabumi guna meninjau kelayakan SRA. (widi/radarsukabumi)

SUKABUMI – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) melakukan kunjungan ke SD Negeri (SDN) Brawijaya, Kecamatan Gunungpuyuh Kota Sukabumi pada, Kamis (30/6).

Kunjungan yang diwakili oleh Asisten Deputi Perlindungan Anak Kondisi Khusus itu untuk mengaudit atau verifikasi ke SDN Brawijaya, terkait pengajuannya sebagai Sekolah Ramah Anak (SRA).

Bacaan Lainnya

Kepala SDN Brawijaya Histato Dayanto Kobasah mengaku senang dan bangga lantaran sekolahnya menjadi salah satu sekolah yang dikunjungi oleh KemenPPPA.

Pantauan Radar Sukabumi, kunjungan ini merupakan bagian pendampingan dari kunjungan dari Menteri PPPA RI. Kementerian PPPA RI dapat melihat langsung bagaimana penerapan SRA yang ada di Kota Sukabumi khususnya di SDN Brawijaya yang jadi lokus kunjungan.

“Alhamdulillah tadi juga ada beberapa edukasi baru, sehingga kami bisa belajar lagi tentang indikator yang baik untuk sekolah anak,” terangnya kepada Radar Sukabumi, Kamis (30/6).

Histato memaparkan, SRA dan inovasi-inovasi yang telah dilakukan dalam mendukung serta mewujudkan SRA di sekolahnya. Salah satunya mengubah pendekatan /paradigma kepada peserta didik dari pengajar menjadi pembimbing, orang tua dan sahabat anak.

Kemudian memberikan teladan perilaku yang benar dalam interaksi sehari-hari di satuan pendidikan. Memastikan orang dewasa di SDN Brawijaya terlibat penuh dalam melindungi anak dari ancaman yang ada di satuan pendidikan. Memastikan orang tua dan anak terlibat aktif dalam memenuhi enam komponen SRA, diantaranya seperti memiliki tata tertib SRA. Memiliki komitmen dalam menerapkan prinsip-prinsip SRA dalam Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan rencana kegiatan dan anggaran sekolah setiap tahun dan pengembangan di luar RAKS.

Pendidik dan Tenaga Kependidikan Terlatih Konvensi Hak Anak dan SRA. Diantaranya memiliki dua orang guru yang terlatih dalam Konvensi Hak Anak dan SRA dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS).

“Proses pembelajaran yang ramah anak seperti pelaksanaan integrasi kesehatan disekolah sangat memadai dan pelaksanaan integrasi perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup memadai melalui pengeboran air Acrylic,” ucapnya.

Kemudian poin selanjutnya adanya sarana prasarana yang ramah anak. Seperti SDN Brawijaya memiliki simbol/tanda/rambu terkait SRA, tersedia ruang ibadah yang sangat memadai, punya alat pemadam kebakaran sebanyak enam buah. Sementara poin partisipasi anak diantaranya peserta didik memilih kegiatan ekstrakurikuler sesuai dengan minat.

“SDN Brawijaya memberikan kesempatan dalam pengembangan bakat, peningkatan kreativitas dan pelestarian budaya. Partisipasi orang tua/wali, alumni, organisasi kemasyarakatan dan dunia usaha seperti Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan/Corporate Social Responbility (CSR) Bank bjb dan Bank Mandiri yaitu pembangunan dua gazebo baca,” paparnya.

Alumni berkontribusi penyenggaraan SRA, orang tua wali aktif bekerjasama dengan SDN Brawijaya dalam mewujudkan SRA. Memiliki taman bermain dan pojok bermain, punya kantin sehat dan kantin kejujuran.
Selain itu juga punya ruang masa depan (Ruang bimbingan konselling,red).

“Alhamdulillah untuk enam komponen itu sudah terpenuhi tetapi tadi ada beberapa yang harus diperbaiki lagi walaupun kita kerja sudah maksimal, tetapi tetap kita akan perbaiki lagi,” ucapnya yang juga menyebut SDN Brawijaya menuju SRA dalam mendukung program Pemerintah Kota Sukabumi menuju Kota Layak Anak salah satu indikatornya sekolah. (wdy)

Pos terkait