Hima Keperawatan STIKes Sukabumi Bedah Legal dan Etik Keperawatan Gawat Darurat

Stikes Sukabumi,
DARING: Hima Keperawatan STIKes Sukabumi sukses gelar webinar nasional. Ist

SUKABUMI – Himpunan Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Sukabumi sukses menggelar seminar nasional yang diadakan secara daring pada, Minggu (5/6).

Webinar yang bertajuk “Aspek Legal dan Etik Keperawatan Gawat Darurat” tersebut dihadiri ratusan mahasiswa dan masyarakat dari seluruh kota dan kabupaten di Jawa Barat (Jabar).

Bacaan Lainnya

Gubernur Himpunan Mahasiswa Diploma III Keperawatan STIKes Sukabumi, Alief Sri Maulana Aziz mengatakan, Webinar Keperawatan 2022 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Diploma III Keperawatan STIKes tersebut dilaksanakan untuk merealisasikan program kerja Himpunan Mahasiswa Diploma III Keperawatan.

Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahunnya dengan tujuan memperluas wawasan serta mengupas tuntas ilmu kegawat daruratan terutama mahasiswa keperawatan dan profesi keperawatan se-Jabar.

“Alhamdulillah tahun ini Hima Keperawatan DIII STIKes bisa kembali melaksanakan seminar keperawatan secara online karena masih dalam suasana pandemi Covid-19. Untuk pesertanya sendiri adalah mahasiswa dari berbagai universitas fakultas kesehatan, sekolah tinggi ilmu kesehatan poltekes serta rumah sakit dan puskesmas yang ada di kota dan kabupaten se-Jawa Barat, ” ucap Alief kepada Radar Sukabumi, Senin (6/6).

Alief menambahkan, kegiatan ini pun mendapat apresiasi dari para peserta yang mengikuti kegiatan ini. Hadir pula Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi sebagai keynote speaker di acara webinar tersebut dan menghadirkan dua narasumber pembicara yaitu Etika Emiliyawati selaku Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Padjajaran Bandung sebagai pemateri “Tugas dan Wewenang Perawat Kegawatdaruratan” dan Lalan Ruslan sebagai Ketua Komite Keperawatan RSUD Syamsudin SH Kota Sukabumi dengan materi “Jaminan Hukum terhadap Pelayanan Keperawatan Gawat Darurat”.

Alief berharap dengan adanya kegiatan ini bisa menambah wawasan baru bagi para peserta. Ia pun berharap kedepan kegiatan tersebut bisa dilaksanakan secara langsung bertatap muka.

“Target webinar keperawatan selanjutnya menjadi seminar karena terdapat beberapa kekurangan dalam webinar,” terangnya.

Ia berharapan dengan menurunnya kasus Covid-19 ini menjadikan mahasiswa keperawatan pada khususnya dan umumnya seluruh mahasiswa yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia sekaligus tenaga profesi keperawatan semakin erat tali persaudaran karena 3 tahun kita dilanda Covid-19, sehingga banyaknya profesi keperawatan dan masyarakat yang gugur dalam wabah ini

“Kita selaku mahasiswa keperawatan akan melanjutkan langkah perjuangan kakak-kakak kita yang gugur dalam penanganan Covid-19 ini, semoga kakak-kakak kami yang gugur mendapatkan ampunan serta ditempatkan dalam sisi Allah SWT,”pungkasnya. (wdy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan