Mirna menambahkan, esensi program ini adalah keseimbangan antara teori dan praktik. Siswa tidak hanya belajar konsep gizi, tetapi juga terjun langsung menanam, merawat, hingga memanen hasil budidaya. “Pengalaman nyata ini diharapkan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap pangan lokal, meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi seimbang, serta membangun budaya konsumsi pangan sehat sejak dini,” katanya.
Dengan dimulainya program ini di SMAN 1 Cikembar, DKP berharap sekolah tersebut menjadi pilot project bagi sekolah lain di Kabupaten Sukabumi. “Selain menciptakan lingkungan sekolah yang lebih hijau dan edukatif, program jangka panjang ini ditargetkan mampu mencetak generasi muda yang sehat, cerdas, peduli lingkungan, serta mandiri dalam memanfaatkan sumber daya lokal,” pungkasnya.(den/d)





