DAM Resmikan Sekolah Binaan Safety Riding

Safety Riding Development Section Head DAM, Ludhy Kusuma foto bersama dengan perwakilan Guru SMK Pasundan 2 Bandung.

SUKABUMI – Moda transportasi kendaraan roda dua kali ini sudah menjadi salah satu moda transportasi utama bagi para pelajar. Hampir seluruh kalangan mulai dari anak TK yang diantarkan menggunakan sepeda motor oleh orang tua atau saudaranya, sampai mahasiswa yang menggunakan sepeda motor sebagai alat transportasi untuk menemani aktifitas kesehariannya.

Untuk berpergian ke suatu tempat, khususnya ke sekolah ataupun ke kampus tempat para pelajar menuntut ilmu ini wajib memperhatikan mengenai pentingnya keselamatan pengendara untuk selalu mengedepankan keselamatan, keamanan dan kenyamanan pengguna sepeda motor.

Bacaan Lainnya

PT Daya Adicipta Motora selaku Main Dealer Sepeda Motor Honda di Jawa Barat (Jabar) memiliki program Corporate Social Responsibility (CSR), salah satunya sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekitar mengenai pentingnya keselamatan berkendara dengan pelatihan Safety Riding.

General Motorcycle Motorcycle Sales, Marketing and Logistic DAM, Lerri Gunawan mengatakan, program ini bertujuan untuk menurunkan jumlah kecelakaan yang terjadi pada kendaraan roda dua yang sering terjadi di Indonesia. Salah satu kegiatan yang dilakukan tersebut adalah mengenai pelatihan secara langsung ke masyarakat sekitar mengenai keselamatan berkendara.

“Segmen yang disentuh adalah kalangan siswa sekolah mulai dari TK sampai dengan SMA/SMK dan sekolah sederajat,” ujar Lerri Gunawan kepada Radar Sukabumi.

Dari begitu banyak sekolah yang sudah melakukan pelatihan atau sosialisasi mengenai safety riding, DAM telah memilih empat sekolah binaan safety riding diantaranya SMK Pasundan 2 Bandung, SMK Assalam Bandung, SMKN 1 Karawang, dan SMK Tri Mitra Karawang.

“Tujuan dari dipilihnya sekolah binaan safety riding ini adalah sebagai perpanjangan tangan dari Honda mengenai safety riding,” katanya.

Sekolah yang dipilih menjadi sekolah binaan safety riding tersebut memiliki tugas dan tanggung jawab, untuk mensosialisasikan keamanan berkendara kepada seluruh siswa di dalam sekolah tersebut secara mandiri.

“Dengan terpilihnya sekolah-sekolah tersebut, maka terpilih juga duta safety riding yang akan menjadi ikon dari sekolah tersebut mengenai safety riding,” imbuhnya.

Duta safety riding ini adalah siswa yang diberikan tanggung jawab, dan wewenang mengenai pelatihan safety riding yang dilakukan di sekolah kepada teman-teman mereka.

“Harapannya adalah kegiatan pelatihan safety riding ini dapat dilakukan secara menyeluruh kepada masyarakat di Indonesia khususnya Jabar,” ulasnya.

Dalam program ini, DAM memberikan arahan berupa Training for Trainer yang diberikan kepada duta safety riding yang akan membantu para duta ini untuk menjadi instruktur bagi teman-temannya. Selain itu, beberapa buku panduan yang lengkap juga diberikan kepada semua sekolah binaan untuk dijadikan literasi, dan bahan pembelajaran untuk para siswa mengenai cara berkendara yang baik dan benar. (*/sri)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.