Adapun untuk games online yang dilombakan yaitu games online yang saat ini sedang trend di kalangan remaja, salah satunya games online PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG). Untuk permainnan dilakukan secara tim, masing-masing satu tim oleh sepuluh orang dari setiap kelas.
“Untuk mainnya di handphone masing-masing siswa, nanti dikoneksikan ke layar besar depan aula. Jadi penonton bisa melihat di layar besar,” imbuhnya.
Meski permainan tersebut merupakan permainan tentang perang, Adis sendiri tidak takut akan dampak negatif para pelajar. Justru menurutnya, dengan memainkan games itu siswa dilatih kekompakan dan dituntut kreatif, karena harus memikirkan strategi agar menang.
“Ya kita juga memberikan bimbingan kepada siswa, jika di games itu ada konten negatif kita arahkan dan bimbing siswa bahwa itu bukan hal yang patut dicontoh,” tutupnya.
(wdy)




