Cegah Bulying, Disdikbud Kota Sukabumi Rodshow SD

Sekretaris Disdikbud Kota Sukabumi Yemmy Yohanni
Sekretaris Disdikbud Kota Sukabumi Yemmy Yohanni mengajak pihak sekolah sedini mungkin melakukan pencegahan agar bullying tidak terjadi di lingkungan pendidikan.

SUKABUMI – Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dan perundungan di lingkungan pendidik, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi melakukan roadshow ke sekolah dasar (SD) se-Kota Sukabumi.

Kegiatan yang mengusung tema “Pengimbasan Bimbingan Teknis Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Sekolah Dasar” tersebut sebagai salah satu langkah pencegahan dan penanganan kasus bullying ketika berada di lingkungan sekolah.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini dihadiri kepala sekolah, guru penjaskes dan guru agama dari masing-masing SD.

Sekretaris Disdikbud Kota Sukabumi Yemmy Yohanni menuturkan, kegiatan roadshow ini merupakan program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) melalui Direktorat Jenderal PAUD Dikdas dan Dikmen dalam rangka mendukung visi dan misi Presiden Republik Indonesia untuk mewujudkan Indonesia Maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Profil Pelajar Pancasila.

Tentunya untuk mewujudkan peserta didik yang memiliki Profil Pelajar Pancasila perlu didukung dengan ekosistem sekolah yang kondusif dan saling mendukung.

Namun nyatanya, saat ini permasalahan peserta didik di lingkungan sekolah masih terjadi. Seperti perundungan, kekerasan fisik, penyalahgunaan narkoba, perkelahian antar sekolah (tawuran), maupun kekerasan seksual yang terjadi antar peserta didik maupun melibatkan pengajar.

Agar terwujud penyelenggaraan pembelajaran yang aman, nyaman dan menyenangkan, perlu diupayakan pencegahan serta penanggulangan tindak kekerasan, sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan. Salah satunya dikatakan Yemmy dengan menggelar sosialisasi ke sekolah-sekolah melalui roadshow ini.

“Untuk Roadshow jenjang SD Alhamdulilah sudah kita laksanakan, terakhir kita di Kecamatan Cibereum hari Sabtu kemarin. Untuk Roadshow ini memang kita laksanakan per kecamatan karena untuk SD itukan banyak, tidak mungkin kita datangi satu persatu setiap SD.

Nanti tinggal untuk kenjang SMP nya juga bakal kita kunjungi,” terang Sekretaris Disdikbud Kota Sukabumi Yemmy Yohanni kepada Radar Sukabumi, Senin (8/11/2021).

Kegiatan itu hasil kerjasama Disdik dengan Polres Sukabumi Kota yang diwakili Polsek setiap kecamatan, Dinas Kependudukan khususnya di bidang P3A dan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi.

“Bentuk bullying tidak hanya berupa perundungan fisik seperti melukai tubuh atau penindasan, tetapi juga bisa berupa perundungan verbal berbentuk intimidasi yang melibatkan kata-kata baik secara tertulis atau terucap contohnya mengejek, menghina dengan sebutan yang tidak pantas dan kasus bullying tidak hanya terjadi di sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga yang kurang harmonis,” tegas Yemmy.

Untuk itu, perempuan ramah ini meminta pihak sekolah supaya mampu melakukan pencegahan sedini mungkin dalam mencegah bullying.

“Sekolah bisa melakukannya melalui kegiatan dan sosialisasi kepada siswa, karena guru khususnya juga memiliki peran untuk mengentaskan bullying lewat pendidikan parenting,” tambahnya.

Masih kata Yemmy, untuk saat ini di Kota Sukabumi sendiri belum menemukan kasus bullying atau perundungan. Namun meski begitu pihak sekolah juga tidak boleh lengah dengan perundungan ini.

“Hingga saat ini kita belum menerima aduan dari siswa atau orang tua siswa yah mengenai perundungan ini.

Tetapi ini juga justru menjadi tugas utama kita untuk mencegah itu, apalagi Kota Sukabumi baru-baru ini mendapat predikat Kota layak Anak, nah Disdik juga memiliki peran penting untuk mencegah hal itu,” tuturnya.

Ia berharap dengan adanya sosialisasi ini, mereka yang hadir bisa kembali mensosialisasikan program tersebut ke siswa dan juga orang tua siswa agar kasus perundungan di Kota Sukabumi bahkan di seluruh Indonesia bisa dihentikan. (wdy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *