Sebab, umur Art Therapy Center baru empat tahun. Didukung Yayasan Widyatama, Anne mendirikan Art Therapy Center pada Maret 2014. Kesamaan visi dengan yayasan tersebut semakin menguatkan tekad Anne.
Dia ingin punya lembaga resmi yang secara khusus memberikan porsi belajar maksimal kepada para penyandang disabilitas. Memulai dengan tujuh mahasiswa, kini sudah 60 mahasiswa yang belajar di Art Therapy Center. Tahun lalu lulusan Art Therapy Center sudah diwisuda. Apabila tidak ada kendala, November tahun ini mereka melaksanakan
wisuda kedua. Sesuai dengan visinya, Art Therapy Center tidak lantas melepas begitu saja mahasiswa yang sudah menyelesaikan studi. Mereka tetap dibimbing serta diajak bekerja sama supaya bisa mandiri dan punya penghasilan sendiri. Sejauh ini, Art Therapy Center punya hubungan kerja sama dengan beberapa instansi. Baik pelat merah maupun swasta.
Sebut saja PT Pertamina. ’’Mereka nanti akan membuat satu pekerjaan, pemanfaatan tenaga desain grafis dari Art Therapy Center,’’ tambah Anne. Contoh lain, tenaga desain grafis dari Art Therapy Center sudah bekerja sama dengan salah satu media besar di Bandung.
Tak heran memang, karya mahasiswa jurusan desain grafis Art Therapy Center luar biasa menarik. Firli Herdiana yang bertugas sebagai Kaprodi di jurusan tersebut sempat menunjukkan beberapa karya anak didiknya.
Menurut dia, karya-karya tersebut merupakan tugas mata kuliah yang diberikan kepada para mahasiswa. Pengerjaannya memang butuh waktu. Tapi, hasilnya maksimal. Saat belajar, kata Firli, mahasiswa penyandang disabilitas lebih senang praktik. Kalaupun



