4 Juta Gen Z Tidak Sekolah, Setara Penduduk Kuwait atau Panama

Balitbang-Diklat Kemenag
Kepala Balitbang-Diklat Kemenag (dua dari kanan) di Jakarta. (Dokumentasi Kemenag)

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) melansir data yang memprihatinkan. Yaitu sebanyak 4 juta Generasi Z (Gen Z) tidak sekolah maupun kuliah. Jumlah Gen Z yang tidak sekolah dan kuliah itu, setara dengan penduduk Kuwait atau Panama.

Banyaknya jumlah Gen Z yang tidak sekolah dan tidak kuliah itu, menjadi sorotan Kepala Balitbang-Diklat Kemenag Suyitno. Menurut dia, urusan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan di Indonesia, khususnya di jenjang pendidikan tinggi memang masih jadi tantangan sampai saat ini.

Bacaan Lainnya

“Hal tersebut menjadi tantangan yang dihadapi, maka perlu ada transformasi digital sebagai solusi,” katanya dalam sosialisasi Massive Open Online Course (MOOC) di kalangan PTKIN.

Dia mengatakan, bisa jadi jawaban dari persoalan Gen Z tidak kuliah itu adalah kuliah online. Sehingga tidak ada lagi alasan orang tidak kuliah karena tidak ada waktu atau tidak ada biaya.

Lebih lanjut Suyitno juga menegaskan tantangan lain dalam pelatihan maupun pendidikan ke depan. Baik itu oleh lembaga kediklatan, maupun lembaga akademis.
“Salah satu tantangan yang dihadapi adalah mahalnya UKT (uang kuliah tunggal). Kondisi disebabkan mindset pelayanan pendidikan masih konvensional,” kata Suyitno.

Menurut dia, berbicara soal transformasi digital, maka berbicara tentang dunia maya. Bukan lagi tentang layanan konvensional apalagi tatap muka. Suyitno mengatakan, sekarang sudah bukan zamannya memikirkan kendala daya tampung kelas atau luas lahan kampus. Sepanjang mindset pelayanan pendidikan masih konvensional, kata Suyitno, sepanjang itu pula biaya pendidikan akan mahal.

“Cost pendidikan akan mahal karena kita berbicara tentang infrastruktur yang berbasis pada perawatan atau pembangunan, sehingga pelatihan berbasis MOOC merupakan solusi yang tepat,” jelasnya. Merujuk pada poin-poin di atas, lanjut Suyitno, maka MOOC sudah mendesak untuk diterapkan secara luas. (wan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *