SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Sebanyak 15 siswi SMK yang berasal dari 15 SMK swasta se-Kota Sukabumi mengikuti pelatihan kecantikan selama lima hari di SMKN 3 Kota Sukabumi, kemarin (24/6).
Masing-masing peserta membawa satu temannya sebagai model, untuk pelatihan mereka.
Ya, para siswi SMK swasta se-Kota Sukabumi tersebut mengikuti pelatihan kecantikan yang merupakan program dari Gerakan Nasional Orang Tua (GNOTA) Kota Sukabumi.
Hadir pada pembukaan pelatihan tersebut Ketua GNOTA Kota Sukabumi, Fitri Hayati Fahmi, Kepala SMKN 3 Kota Sukabumi, juga para instruktur yang siap melatih para peserta.
Salah seorang instruktur pelatihan kecantikan GNOTA Kota Sukabumi Efi Sutresna menerangkan, selama lima hari para peserta dilatih tentang cara-cara creambath dan facial yang baik.”Termasuk di antaranya pencucian rambut, perawatan, dan blowdry,”terangnya kepada Radar Sukabumi, kemarin.
Sementara itu, Ketua GNOTA Kota Sukabumi Fitri Hayati Fahmi mengharapkan agar para peserta bisa mengambil ilmu yang bermanfaat di tempat pelatihan.
“Niat kita harus tulus dalam pelatihan ini, dan berprasangka baiklah kepada Allah SWT. Karena dalam hadits qudsi Allah itu bersama prasangka hamba-Nya. Kalau prasangkanya baik maka insyaa Allah selamanya pun baik.Termasuk dalam pelatihan yang diberikan selama lima hari ini,”katanya bijak.
Istri Walikota Sukabumi ini mengatakan, pelatihan yang dilaksanakan merupakan follow up dari pemberian bantuan tahap 1 kepada peserta GNOTA Kota Sukabumi yang sebelumnya diselenggarakan di rumah dinas Walikota Sukabumi.
Menurutnya pemberian bantuan GNOTA bisa dalam bentuk bantuan tunai seperti yang dilakukan waktu di Rumdin, juga dalam bentuk pelatihan yang baru saja diselenggarakan. Pihaknya menargetkan, setiap tahun ada 100 peserta GNOTA Kota Sukabumi yang memperoleh pelatihan.
“Tidak sebatas pelajar perempuan, pelajar laki-laki peserta GNOTA ke depan juga mendapat pelatihan seperti otomotif/perbengkelan yang bisa dikerjasamakan dengan SMKN 1 sebagai instrukturnya,”katanya.
Fitri juga menerangkan tidak sebatas pelajar SMA/SMK, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak kantor Kemenag Kota Sukabumi agar ke depan para pelajar Madrasah Aliyah (MA) juga bisa jadi peserta pelatihan.
Mengenai donatur atau dermawan, Fitri juga menekankan tidak sebatas mereka yang menjadi PNS tapi sejumlah pengusaha juga ikut menjadi donatur untuk program GNOTA Kota Sukabumi.
“Akhirnya semoga ilmu yang diperoleh dari pelatihan kecantikan selama lima hari ini di SMKN 3, dapat bermanfaat bagi peserta dan dapat juga menularkannya kepada teman-temannya,” tuturnya seraya berharap.
Ia pun mengharapkan ke depan ilmu keterampilan yang diberikan kepada peserta GNOTA tersebut, bisa disalurkan dengan bekerjasama bersama pihak perusahaan agar dapat bekerja. (dit)




