Skuad Indonesia yang turun dengan formasi 5-2-3, mengandalkan kekuatan lini belakang dan fleksibilitas dalam menyerang. Ikram Algiffari menjadi andalan di bawah mistar, didukung oleh lini belakang yang solid terdiri dari Kadek Arel, Muhammad Alfharezzi Buffon, Dony Tri Pamungkas, Muhammad Mufli Hidayat, dan Muhammad Iqbal Gwijangge. Di lini tengah, Figo Dennis dan Toni Firmansyah menjadi pengatur serangan, sementara lini depan diisi oleh Arkhan Kaka, Riskki Afrisal, dan Arlyansyah Abdulmanan.
Di sisi lain, Kamboja yang turun dengan formasi 4-4-2 mencoba menyeimbangkan antara serangan dan pertahanan. Namun, strategi ini tidak mampu menahan tekanan dari Indonesia. Kiper Mat Lany yang didukung oleh lini belakang terdiri dari Sonn Thavisiv, Em Chhumsideth, Tum Makara, dan Chheang Kimsong, harus bekerja keras menghadapi serangan-serangan Indonesia. Di lini tengah, Chhin Vennin, Bong Samuel, Lim Lucca thong, dan Sorm Borith berusaha mendukung duet penyerang Eav Sovannara dan Phoeuk Thatthai, namun tidak cukup efektif untuk membongkar pertahanan Indonesia.
Kemenangan atas Kamboja ini juga memperlihatkan dominasi Indonesia dalam pertemuan sebelumnya di turnamen AFF U19. Sejarah mencatat, Indonesia selalu unggul dalam setiap pertemuan melawan Kamboja di ajang ini. Pada AFF U19 tahun 2003, gol tunggal Putut Waringin Jati membawa Indonesia menang 1-0. Kemudian, pada tahun 2016, Saddil Ramdani mencuri perhatian dengan mencetak hattrick dalam kemenangan 4-3 atas Kamboja.
Kini, fokus Indonesia adalah mempertahankan performa ini dan memastikan lolos ke babak semifinal. Konsistensi dan strategi yang matang akan menjadi kunci keberhasilan mereka di turnamen ini. Dengan semangat juang yang tinggi dan dukungan penuh dari para suporter, harapan besar ada di pundak skuad Garuda Nusantara untuk meraih gelar juara di Piala AFF U19 2024. Tim ini telah menunjukkan bahwa mereka memiliki kualitas dan mental juara, tinggal bagaimana menjaga momentum positif ini hingga akhir turnamen.(*)






