Kabar duka kembali menyelimuti sepak bola Indonesia. Salah seorang Aremania, Dhimas Duha Romli meninggal dunia pada Rabu (18/4), usai mendapatkan perawatan intensif di IGD RSSA Malang.
Dhimas merupakan salah satu Aremania yang menjadi korban insiden ricuh pertandingan Arema kontra Persib di Stadion Kanjuruhan, Minggu (15/4). Berdasarkan informasi yang didapatkan JawaPos.com, usai menjadi korban pasca ricuh, Dhimas yang beralamat di Kepuh, Kota Malang, pulang ke rumahnya. Kejadian ini tidak dilaporkan ke pihak manajemen.
Sesampai di rumah, dia mengaku sesak napas. Kemudian, kedua orang tuanya membawa ke salah satu RS swasta, Senin (16/4). Sempat dirawat satu hari, kondisinya justru kritis.
Media Officer Arema FC, Sudarmadji, menjelaskan, sebelum dikabarkan meninggal dunia, manajemen tidak mengetahui kondisi korban. Pasalnya, keluarga Dhimas tidak melaporkan hal ini kepada manajemen.
Manajemen, lanjut Sudarmadji, baru mendapatkan kabar Rabu (18/4) siang. Pihak keluarga baru melaporkan hal ini kepada manajemen tim. Dari keluarga menyampaikan bahwa korban harus dirujuk ke RSSA.
“Sekitar pukul 13.00, kami turun tangan, dia sudah kondisi kritis. Kemudian, kami pindahkan dari RS swasta itu ke RSSA dan masuk di IGD,” beber Darmadji kepada wartawan.
Setelah mendapatkan perawatan intensif sekitar 3,5 jam di RSSA Malang, Dhimas ditanyakan meninggal dunia. “Saya belum dapat informasi dari medis penyebab meninggalnya. Dari keluarga katanya sebelum meninggal, dia sesak nafas,” bebernya.
Manajemen Arema, lanjut dia, menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya dan berdoa keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Begitu juga dengan almarhum, agar amal ibadahnya diterima di sisi Tuhan. Dia juga berharap, pasien yang saat ini masih dirawat secara intensif, agar mendapatkan pelayanan maksimal.
Selamat jalan Dhimas. Selamat jalan Aremania. Semoga tenang di sisi-Nya.
(tik/JPC)



