Kondisi ini menjadi keuntungan tersendiri bagi Liverpool. Skuad The Reds mulai bangkit di babak kedua. Mereka tak lagi fokus menjaga pertahanan.
Babak kedua baru berjalan 10 menit, Sadio Mane mampu menerobos pertahanan City hingga ke kotak penalti. Sane sempat terjatuh dan bola lepas dari penguasaannya. Mohamed Salah yang tepat berada di belakang Mane tak membiarkan kesempatan lepas begitu saja. Dengan sedikit sontekan, bola pun masuk ke dalam gawang City.
Gol ini membangkitkan kepercayaan diri pasukan Jurgen Klopp. Sejumlah serangan mampu dirancang dengan baik. Meski jumlahnya memang masih kalah banyak dibanding serangan pasukan The Citizens.
City sendiri terus berupaya menambah gol mereka. Namun inilah yang menjadi bencana bagi pasukan Manchester Biru. Sebuah serangan balik Liverpool membuat Firmino lepas dari kawalan dan melakukan tendangan ke tiang jauh. Liverpool berbalik unggul 2-1.
Di sisa waktu, City tetap berusaha mencetak gol. Namun, penyelesaian akhir yang kurang tajam dan solidnya pertahanan Liverppool membuat semua upaya tersebut tak mampu membuahkan hasil.
“Saya sedikit lebih suka babak kedua di Anfield dibanding babak pertama di sini. Tapi anak-anak makin dewasa. Kami mendapat hari baik, kami bisa kalahkan semua tim. Kami sebenarnya masih dalam fase perkembangan, tapi kami sudah menjadi sebuah tim yang bagus,” ungkap Klopp usai laga di uefa.com.
Liverpool pun lolos ke semifinal dengan agregat 5-1. The Reds kini akan berupaya meraih titel Liga Champions ke-6 mereka. Sementara bagi City, ini menjadi kekalahan ketiga mereka secara beruntun dalam satu pekan terakhir.
Man City 1-2 Liverpool
(Gabriel Jesus 2′ – Salah 56′, Firmino 77′)
(adw/JPC)




