Meski beberapa peluang emas tercipta, termasuk dua peluang dari bek Harry Souttar dan tembakan jarak jauh Irankunda yang membentur tiang, Australia tetap tidak mampu memecah kebuntuan.
Kegagalan demi kegagalan dalam mencetak gol semakin memperbesar tekanan terhadap Arnold. Banyak penggemar di Australia mulai menyerukan agar Arnold mundur dari posisinya.
Mereka menganggap pelatih ini gagal memaksimalkan potensi tim, meskipun Australia memiliki statistik dominan di atas kertas.
Peringkat Indonesia Naik Salip Malaysia
Sementara itu, hasil ini menjadi pencapaian penting bagi Indonesia. Tambahan 8,57 poin dari hasil imbang ini mengangkat posisi Indonesia di peringkat FIFA, naik ke posisi 130 dan melewati Malaysia.
Sebaliknya, Australia harus segera bangkit di pertandingan berikutnya melawan China di Adelaide jika ingin menjaga peluang lolos ke Piala Dunia 2026.
Tekanan besar kini ada di pundak Graham Arnold. Pertandingan melawan China akan menjadi ujian penting, di mana hanya kemenangan yang dapat menyelamatkan posisi Arnold serta harapan Australia untuk lolos ke turnamen besar tersebut. (*)






