Roman Abramovich Lepas Chelsea, Tumbal Konflik Rusia dan Ukraina?

Roman Abramovich
Roman Abramovich berada di Abu Dhabi untuk menyaksikan Chelsea memenangkan Piala Dunia Antarklub 2021,

LONDON – Roman Abramovich telah menyerahkan kepengurusan Chelsea kepada yayasan amal untuk mengurus klub yang bermarkas di Stamford Bridge itu. Dalam pengumuman resmi klub, Minggu (27/2) dini hari WIB, Roman Abramovich menyatakan tidak lagi terlibat dalam mengurus klub yang dibeli 2003 itu.

Melainkan dipercayakan kepada Chelsea Foundation (yayasan amal Chelsea). “Selama kepemilikan saya atas Chelsea FC yang nyaris berusia 20 tahun, saya selalu memandang peran saya sebagai penjaga Klub, yang bertugas memastikan kami bisa sesukses mungkin hari ini, juga turut membangun untuk masa depan, sembari mengambil peran positif di masyarakat,” kata Abramovich dalam pernyataan yang dirilis laman resmi Chelsea.

Bacaan Lainnya

“Saya selalu mengambil keputusan dengan mempertimbangkan kebaikan klub. Saya mempertahankan komitmen atas nilai ini.”

“Untuk itulah mengapa hari ini saya menyerahkan kepengurusan dan perawatan Chelsea FC kepada wali amanat yayasan amal Chelsea.”

“Saya meyakini bahwa saat ini mereka berada dalam posisi terbaik untuk menjaga kepentingan Klub, para pemain, staf, dan fans.”

Meski tidak disebutkan dalam penyataannya itu alasan di balik keputusan melepas Chelsea, namun media Inggris, Standard.co.uk mengklaim ini terkait konflik Rusia dan Ukraina.

Pasalnya, sejumlah pengusaha Rusia di luar negera mereka memang diboikot setelah Moskow menginvasi negara tetangganya, Ukraina pada hari Kamis.

Abramovich tidak termasuk, tetapi para menteri telah didesak untuk menyita atau membekukan asetnya di Inggris. Itu karena parlemen Inggris menyoroti kedekatan Abramovich dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Anggota parlemen Partai Buruh Chris Bryant mengklaim di House of Commons pada hari Kamis bahwa pemerintah Inggris harus menyita aset Abramovich dan mengusir pengusaha 55 tahun itu dari kepemilikan Chelsea.

Belum jelas sejauh mana dampaknya, jika ada, pernyataan itu akan berdampak pada urusan sehari-hari di Chelsea.

Abramovich tetap menjadi pemilik klub, meskipun dia tidak akan terlibat dalam pengambilan keputusan, dan tidak ada kerangka waktu yang ditetapkan untuk keputusannya mundur.

Langkah Abramovich diyakini sebagai upaya untuk melindungi klub dari kerusakan reputasi, menyusul perang Rusia dan Ukraina.

Enam kelompok wali yang saat ini terdaftar oleh Chelsea Foundation termasuk ketua klub Bruce Buck, pelatih kepala wanita Emma Hayes.

Selain itu ada juru kampanye anti-rasisme Piara Powar dan mantan Menteri Olahraga Sir Hugh Robertson, yang juga ketua Komite Olimpiade Inggris.(fat/pojoksatu)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan