Prediksi Belanda vs Qatar, Penghapus Nestapa Atau Perpanjang Derita

Bek tim nasional Belanda Matthijs de
Bek tim nasional Belanda Matthijs de Ligt meninggalkan lapangan Stadion Puskas Arena setelah dikartu merah dalam laga 16 besar Euro 2020 melawan Republik Ceko di Budhapest, Hongaria, Minggu (27/6/2021) waktu setempat. (ANTARA/REUTERS/POOL/Bernadett Szabo)

JAKARTA — Tuan rumah Piala Dunia Qatar tersisih cepat dari turnamen ini dan pada akhir perjalanannya pun masih harus menghadapi tim kuat Belanda di Stadion Al Bayt yang kemungkinan kian memperpuruk mereka.

Tuan rumah tampil sangat mengecewakan sekalipun sudah bersiap selama bertahun-tahun. Mereka menjadi negara pertama yang tersingkir dari turnamen ini atau kurang dari satu pekan sejak turnamen ini kickoff.

Bacaan Lainnya

Pertama menyerah 0-2 kepada Ekuador dan dan kemudian 1-3 kepada Senegal akhir peka lalu, juara Piala Asia terlihat canggung sekali tampil di panggung Piala Dunia. Ketika terpuruk dalam pertandingan pertama, grafik mereka malah memburuk yang berbeda dari pada umumnya tim-tim Asia lainnya yang tak kalah berkualitas dari tim-tim kuat dunia.

Iran bahkan bangkit mengalahkan Wales setelah dihancur-leburkan 2-6 oleh Inggris, sementara Jepang dan Arab Saudi sudah lebih dulu menciptakan kejutan dalam turnamen ini. Demikian juga Australia yang bangkit mengalahkan Tunisia setelah digasak Prancis 1-4.

Dibandingkan dengan negara-negara Arab lainnya yang belum lama tahun ini bertarung satu sama lain dalam Piala Arab, Qatar sepertinya di bawah kelas mereka. Apalagi jika dibandingkan dengan Maroko yang menjadi negara ketiga yang menciptakan kejutan besar dalam Piala Dunia 2022 usai menumbangkan peringkat kedua dunia Belgia dengan dua gol tanpa balas.

Kini Qatar menghadapi pertandingan yang jauh dari kata ringan menghadapi Belanda yang berpotensi memperpanjang rasa malu mereka. Qatar adalah tuan rumah kedua Piala Dunia setelah Afrika Selatan yang terhenti pada fase grup. Yang mereka harapkan kini adalah membuat pencapaian sama dengan Afrika Selatan pada 2010 dengan mengalahkan Prancis dalam pertandingan terakhir fase grup yang mengurangi kekecewaan negerinya.

Belanda selalu ingin finis di puncak grupnya dan mereka masih bisa melakukannya, apalagi pelatih Louis van Gaal berambisi membawa Belanda ke final. Qatar mungkin masih bisa berharap Belanda tetap tidak sebagus yang diperkirakan yang hampir berakhir buruk di tangan Senegal dan ditahan seri oleh Ekuador.

Tapi Van Gaal mungkin sudah diperkuat kembali oleh andalan, Memphis Depay, yang bisa meningkatkan kinerja lini serangnya. Pelatih veteran itu juga mungkin dipaksa mengubah lini tengahnya yang kadang tak bisa mengimbangi permainan ngotot gelandang-gelandang Ekuador pada pertandingan kedua lalu yang disebut bek tengah Virgil van Dijk bagaikan pitbull yang menyerang ke sana ke mari.

“Kami juga bisa bermain seperti itu, kami memiliki pemain yang bisa melakukan hal serupa,” kata Van Dijk seperti dikutip Reuters. “Kami harus menunjukkan hal seperti itu di sini (saat menghadapi Qatar).”

Skenario pertandingan

Louis Van Gaal kali ini mungkin lebih bergembira setelah pemain andalan di lini serang, Memphis Depay, sudah bisa dimainkan sejak menit pertajam dalam laga melawan tim paling lemah di Grup A yang sudah dua kali kalah sehingga tersisih dari turnamen ini.

Tetapi van Gaal tetap merasa perlu memberikan sinyal kepada siapa pun bahwa tim serang mereka patut diperhitungkan oleh siapa pun yang menjadi lawan Belanda setelah dalam dua laga terakhir kelihatan kesulitan tampil cemerlang.

Depay sudah dua kali tampil dari bangku cadangan tetapi kini striker Barcelona itu bisa masuk sebagai starter. Dia akan bermitra bersama Cody Gakpo yang sudah mencetak dua gol di Qatar dan Steven Bergwijn, untuk meneror pertahanan Qatar yang sudah kebobolan lima gol.

Di lini belakang, Jurrien Timber akan kembali berharap lebih bisa dipilih sebagai starter ketimbang Matthijs de Ligt. Itu artinya, Timber akan kembali membangun trio hulubalang pertahanan Belanda bersama van Dijk dan Nathan Ake untuk memastikan kiper Andries Noppert tak tersentuh penyerang-penyerang Qatar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *