Selain Indonesia, Susy mengatakan asosiasi bulu tangkis China, Denmark, India, Korea Selatan, dan Malaysia juga sempat mempertanyakan aturan-aturan baru BWF dalam pertandingan internasional. “Risiko aturan baru 11 poin dengan lima gim misalnya, pola dan strategi permainan atlet akan berubah, latihan juga berubah. Jangan sampai aturan itu hanya menguntungkan sponsor tapi justru merugikan atlet-atlet,” ujar Susy. (net)




