Bangsa Israel yang secara sukarela beremigrasi ke Mesir untuk mencari kehidupan materi yang lebih baik, tinggal di sana selama kurang lebih empat abad dan menjadi budak orang Mesir.
Perbudakan ini baru berakhir Ketika Allah memerintahkan Nabi Musa untuk membebaskan mereka dari Raja Fira’un.
Namun, bangsa Israel menolak untuk kembali ke Palestina dan mengembara di gurun Sinai selama 40 tahun.
Hal ini berakhir ketika generasi baru lahir, didalamnya terdapat Nabi Daud, yang memimpin umat berimannya ke Palestina.
Nabi Daud mendirikan kerajaannya di sebagian Palestina, dan menguasai Yerusalem.
Putranya, Nabi Sulaiman membangun kembali Al Masjid Al Aqsa dengan bantuan penduduk asli setempat dan di sebelahnya ia membangun istana.
Setelah wafatnya Nabi Sulaiman, kedua putranya membagi kerajaannya dan masing-masing mempunyai ibu kotanya sendiri.
Kerajaan-kerajaan ini hanya bertahan dalam jangka waktu yang sangat singkat, kira-kira dua ratus tahun, dengan raja terakhir Yerusalem dalam dinasti ini dicopot dari tahtanya pada tahun 586/587 SM.
Ia mencoba melawan bangsa Babilonia yang dipimpin oleh Raja Nebukadnezar namun gagal karena pasukan Babilonia melakukan pengepungan terhadap kota itu.
Tak lama setelah Babilonia menguasai Yerusalem, Masjid Al Aqsa kembali dihancurkan.
Bangsa Persia menggulingkan bangsa Babilonia (pada masa itu upaya untuk membangun kembali Al Masjid Al Aqsa sebagai tempat ibadah diperbarui).
Namun pada periode setelahnya, kepemilikan berpindah tangan berkali-kali dan Masjid Al Aqsa dihancurkan, dibangun kembali dan kemudian dihancurkan lagi di dalamnya.
Pada tahun 315-325 M, ketika Kaisar Romawi Konstantin masuk Kristen, masyarakat Romawi dan penduduk yang tinggal di negerinya (termasuk Yahudi) tidak lagi menghargai Masjid Al Aqsa dan tidak lagi memperlakukannya sebagai tempat kesucian dan ibadah.
Melalui situs Masjid Al Aqsa sebenarnya digunakan sebagai tempat pembuangan sampah warga kota.
Ini adalah bagaimana Masjid Al Aqsa tetap ada selama beberapa ratus tahun berikutnya sampai Nabi Muhammad SAW membangkitkan kembali spiritualitas tempat yang diberkati ini dan sahabat besarnya, Umar Ibn Al Khattab RA membebaskan kota tersebut.
Selama berabad-abad pada masa kekhalifahan Utsmaniyah, kota Yerusalem dan Masjid Al Aqsa dipertahankan martabatnya dengan umat muslim yang bertanggung jawab atas kota tersebut.***






