Dalam kujungan itu, Nawardi menyatakan, ada begitu banyak orang yang akan terus mengenang Gus Dur. Bukan hanya di Indonesia, melainkan warga dunia. Pun demikian dengan dirinya. Sejak aktif di gerakan mahasiswa, menjadi wartawan hingga aktif di PKB dulu, ada begitu banyak pengalaman dan kesan mendalam terhadap sosok Gus Dur.
‘’Salah satu di antaranya ketika saya masih di wartawan Tempo dan meliput muktamar NU Solo pada 2004 silam,’’ ungkapnya.
Di tengah liputan ketegangan isu seputar muktamar tersebut, Nawardi ingat betul ketika dirinya ingin berfoto dengan Gus Dur sebagai dokumen pribadi. Diceritakan, saat itu Gus Dur sedang memimpin pertemuan dengan para kiai kiai langit di sebuah ruangan hotel. Lalu, dirinya masuk ke ruang itu. Tentu saja, kedatangannya membuat para kiai kaget. Pembicaraan di ruangan pun sempat hening sesaat.






