NASIONAL

Video Guru dan Murid Gorontalo Viral di X, Kapolres: Temanya Merekam untuk Bukti

×

Video Guru dan Murid Gorontalo Viral di X, Kapolres: Temanya Merekam untuk Bukti

Sebarkan artikel ini
Viral Guru dan Murid di Gorontalo Video Full di X, Kapolres: Niat Perekam Sih Baik-@info.negri-Instagram
Viral Guru dan Murid di Gorontalo Video Full di X, Kapolres: Niat Perekam Sih [email protected]

JAKARTA — Skandal Gorontalo yang diperankan antara Guru dan Murid menjadi video viral kini terungkap motif perekam video skandal Guru dan Murid di Gorontalo itu yang merekam adegan tak senomoh dengan cara menaruh kamera tersembunyi di dekat lokasi tindak asusila.

Jadi semua berawal ketika perekam mengadukan hubungan terlarang antara DH (57) dengan seorang siswinya bernama Pasya Pratiwi Toiti, ketua Osis di MAN 1 Kabupaten Gorontalo kepada keluarga guru.

bank BJB

Akan tetapi keluarga dari DH tidak mempercayai aduan yang disampaikan oleh sang perekam, jadi ternyata yang merekam adegan terlarang itu adalah sahabat dari Pasya sendiri, tapi beda sekolah.

Kepala Kepolisian Resor Gorontalo AKBP Deddy Herman mengungkapkan bahwa video syur yang melibatkan seorang oknum gurunya itu direkam oleh teman baik korban, meskipun mereka bersekolah di tempat yang berbeda.

Teman tersebut nekat merekam tindakan tidak senonoh oknum guru dengan siswinya agar bisa memberikan bukti kepada istri pelaku. Kenapa hal itu dilakukan? Ternyata karena istri oknum guru sebelumnya sudah pernah diberitahu mengenai perilaku tidak pantas suaminya di luar rumah namun tidak percaya pada saat itu.

Menurut kapolres, niat dari rekaman video tersebut sebenarnya baik, yaitu untuk memberitahu istri dari oknum guru tersebut tentang perilaku buruk suaminya yang telah melampaui batas.

“Niatnya dia sih baik. Mau memberikan bukti kepada istri oknum guru tersebut bahwa kelakuan suaminya sudah keterlaluan. Karena awalnya sudah pernah dikasih tahu, tapi enggak percaya,” pungkas AKBP Deddy Herman.

Meski demikian karena istri oknum guru sebelumnya tidak mempercayai informasi yang diterimanya, teman baik korban merasa perlu memberikan bukti yang lebih konkret.

Oleh karena itu, ia nekat merekam video tindakan tidak senonoh oknum guru tersebut sebagai bukti nyata. Hubungan terlarang antara oknum guru dan siswi tersebut kemudian terus berlanjut, dimana oknum guru tersebut kerap memberikan perhatian lebih dan membantu siswi dalam mengerjakan tugas sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *