Usai Kapolri Singgung CCTV, Bareskrim Langsung Sebut Sengaja Dihilangkan

Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo tak
Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo tak terlihat hadir saat Kapolri Jenderal Listyo Sigit menggelar konfrensi pers (ist)

JAKARTA — Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk kesekian kalinya membuktikan dan menjawab keluhan publik.

Publik menilai bahwa pengungkapan kasus peristiwa polisi tembak polisi di rumah dinas Ferdy Sambo, penanganannya sangat lamban.

Bacaan Lainnya

Desakan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah dua kali dinyatakan bahwa kasus yang diduga melibatkan 25 anggota polri ini harus segera dituntaskan.

“Buka apa adanya. Segera tuntaskan agar masyarakat percaya bahwa kasus ini dapat diselesaikan oleh polri,” tegas Jokowi.

Pada Rabu 3 Agustus 2022, Menko Polhukam Mahfud MD telah mendapat arahan dari Jokowi agar ia mengawal kasus tersebut dengan benar.

Sehingga, Kapolri Jenderal Sigit pun mengambil tindak tegas dan berhasil mengidentifikasi terdapat 25 personel polri yang diduga menjadi penghambat.

Bukan hanya itu saja, ternyata Tim Khusus (Timsus) yang dibentuk oleh Jenderal Sigit juga menemukan fakta bahwa beberapa barang bukti sengaja dihilangkan.

Saat konferensi pers Kamis malam, Jenderal Sigit menyinggung terkait CCTV yang diduga rusak, ternyata Timsus telah menemukannya.

Rupanya terdapat oknum anggota polri yang sengaja mengganti CCTV dan mengambil rekaman CCTV di rumah Ferdy Sambo.

Sosok tersebut, kata Jenderal Sigit, kini sedang diperiksa.

“Kami dalami dan kami sudah dapatkan bagaimana pengambilan dan siapa yang mengambil juga sudah kami lakukan pemeriksaan.

“Pada saat ini tentu kami akan melakukan proses selanjutnya,” jelas Jenderal Sigit di Mabes Polri, Kamis 4 Agustus 2022.

Sementara itu, pernyataan Jenderal Sigit ini dipertegas kembali oleh Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto.

Ia mengatakan, terhambatnya penanganan kasus Brigadir J karena terdapat barang bukti yang sengaja dihilangkan dan rusak.

“Tentunya memang kendala daripada upaya pembuktian adalah adanya barang bukti yang rusak atau dihilangkan,” jelasnya saat konferensi pers di Mabes Polri.

Sehingga, bukan tak mungkin penanganan dan pengungkapan kasus Brigadir J akan memakan waktu lama.

Belum lagi semua pihak juga tengah menunggu hasil autopsi ulang Brigadir J yang tengah dilakukan penelitian di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) oleh dokter forensik independen.

Sebelumnya, Kapolri Listyo Sigit melalui Inspektorat Khusus (Irsus) telah memeriksa 25 personel Polri terkait dugaan tidak profesional dalam menangani kasus kematian Brigadir J.

Dua puluh lima personel ini antara lain tiga jenderal bintang satu, lima Kombes, tiga AKBP, dua Kompol, tujuh perwira pertama, serta bintara dan tamtama sebanyak lima personel.

“25 personel yang saat ini telah dilakukan pemeriksaan kita akan menjalankan proses pemeriksaan terkait dengan pelanggaran kode etik,” kata Kapolri Listyo.

Kapolri Listyo memastikan, jika dalam pemeriksaan ditemukan ada unsur pidana, maka proses hukum akan dilakukan terhadap yang bersangkutan.

“Dan tentunya apabila ditemukan adanya proses pidana kita juga akan memproses pidana yang dimaksud,” ujarnya.

Mutasi Besar-besaran Polri

Tak lama Kapolri keluar untuk kedua kalinya di depan media sejak menonaktifkan Ferdy Sambo dan Hendra Kurniawan serta Budhi Herdi Susiant Tampak dari wajah Kapolri ada sesuatu yang besar harus disampaikannya, yakni terkait 25 personel Polri yang diduga telah menghambat penanganan kasus Brigadir J.

“Dan malam hari ini saya akan keluarkan TR khusus untuk memutasi dan tentunya harapan saya proses penanganan tindak pidana terkait dengan meninggalnya Brigadir Yosua ke depan akan berjalan dengan baik,” ujar Sigit dalam jumpa pers

Sigit menjelaskan, 25 personel polri ini diduga telah melangga kode etik dan ketidakdisiplinan dalam penanganan TKP.

Untuk diketahui, dalam penanganan TKP di rumah dinas Ferdy Sambo, Timsus dua kali datang melakukan uji balistik.

Padahal sebelumnya telah dilakukan pra rekonstruksi oleh tim penyidik dan Polda Metro Jaya.

“Jadi Tim Irsus yang dipimpin oleh Irwasum telah memeriksa sampai saat ini 25 personel dan proses masih terus berjalan di mana 25 personel ini kita periksa terkait dengan ketidakprofesionalan dalam penanganan TKP.
“Dan juga beberapa hal yang kita anggap bahwa itu membuat proses olah TKP dan juga hambatan-hambatan dalam hal penanganan TKP dan penyidikan yang tentunya kita ingin semuanya bisa berjalan dengan baik,” kata Sigit.
Sigit membeberkan 25 personel polri terdiri atas 3 jenderal polisi bintang satu, 5 orang kombes, 3 orang AKBP, 2 orang kompol, 7 orang pama, serta 5 orang dari bintara dan tamtama. Sigit menjelaskan, 25 personel Polri itu telah menjalani pemeriksaan.

“Dari kesatuan Div Propam, Polres, dan juga ada beberapa personel dari Polda dan juga Bareskrim,” ujar Sigit.

Sebagaimana daftar mutasi yang dirilis Mabes Polri, 3 Jenderal Polri yang dimutasi di antaranya Irjen Ferdy Sambo, Brigjen Hendra Kurniawan dan Brigjen Benny Ali.

Pencopotan para anggota polri tersebut sesuai dengan ST Nomor: 1628/VIII/KEP/2022 yang diteken pada Kamis, 4 Agustus 2022.(*)

Pos terkait