Pelaksanaan Seba kali ini termasuk kategori Seba Leutik (Seba Kecil). Berbeda dengan Seba Gede, pada perayaan kecil ini warga menyerahkan hasil bumi dan laksa sebagai simbol ritual, tanpa menyertakan peralatan dapur.
Perjalanan menuju ibu kota provinsi bukanlah hal mudah bagi warga Baduy Dalam. Mereka menempuh jarak sekitar 135 kilometer dengan berjalan kaki dari pedalaman Kabupaten Lebak, sebagai bentuk ketaatan terhadap aturan adat yang melarang penggunaan kendaraan bermotor.
Tradisi Seba dilaksanakan sebagai penutup rangkaian ritual setelah masa panen dan puasa tiga bulan atau Kawalu. “Masyarakat adat Kanekes berkomitmen untuk terus melaksanakan tradisi Seba ini sebagai bentuk kesetiaan kepada leluhur dan pemerintah,” tegas Jaro Oom.(*)



