TNI-Polri Tangkap Warga yang Masih Keluyuran Malam, Tidak Taat Social Distancing

Razia TNI-Polri terhadap kerumunan warga demi mencegah penyebaran virus corona. Foto: Pojokpitu

PASURUAN – Tim gabungan dari TNI, Polri, serta Forkompimda Kota Pasuruan mengamankan ratusan warga yang masih keluyuran malam di tengah merebaknya virus corona.

Petugas terpaksa menangkap mereka karena sudah tiga kali tidak menghiraukan sosialisasi dan imbauan untuk tidak keluar rumah.

Bacaan Lainnya

Sejumlah pemuda yang rata-rata masih pelajar sedang asyik ngopi dan tidak memakai masker. Bahkan mereka tidak melakukan social distancing.

Tanpa perlawanan, beberapa pemuda ini langsung diangkut mobil patroli. Selanjutnya petugas menyisir rumah makan yang masih terdapat kerumunan warga.

“Petugas memberi arahan dan imbauan agar tidak keluar rumah sampai virus corona sirna dari wilayah Indonesia,” ujar Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Dony Alexander.

Sebelum dibawa ke dalam mobil patroli, warga yang kurang kesadarannya disemprot cairan disinfektan agar terbebas dari virus.

Selanjutnya ratusan warga yang ditangkap ini dibawa ke Mapolres Pasuruan Kota untuk didata.

Menurutnya, mereka ini sementara hanya didata identitasnya tetapi tidak ditahan. Namun, jika kemudian hari ditangkap lagi saat razia, mereka terpaksa ditahan karena melanggar undang-undang nomor 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara dan denda Rp 100 juta.

“Razia ini untuk memutus mata rantai penyebaran virus covid-19 dan berharap warga sadar serta untuk sementara waktu tidak melakukan aktivitas di luar rumah jika tidak ada kepentingan,” kata AKBP Dony. (pul/pojokpitu/jpnn)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.