JAKARTA — Kasus Pembunuhan Vina dan Eky kembali menguak informasi terbaru. Banyak kelakuan yang janggal selama penanganannya, salah satu mantan terpidana pembunuhan Vina dan Eky, Saka Tatal kini tengah dalam proses persidangan Peninjauan Kembali atau PK untuk memulihkan nama baiknya.
Pada sidang PK yang digelar 30 Agustus 2024 kemarin, saksi fakta dihadirkan tim kuasa hukum Saka Tatal, yakni Aldi Renaldi, adik terpidana Eka Sandi. Aldi Renaldi ialah salah satu pemuda yang turut ditangkap Rudiana dkk pada awal kasus ini bergulir.
Dalam kesaksiannya, Aldi Renaldi mengungkap sejumlah perlakuan tak mengenakkan yang diterimanya saat awal penangkapan. Di hadapan majelis hakim, Aldi membeberkan hal memilukan yang dialami saat ia ikut ditangkap sebagai tersangka pembunuhan Vina dan Eky pada tahun 2016.
Dalam persidangan, Aldi mengaku tidak tahu menahu soal kematian Vina dan Eky yang terjadi pada 27 Agustus 2016. Secara tiba-tiba Aldi ditangkap oleh Iptu Rudiana, ayah kandung Eky, bersama rekan-rekannya sesama polisi pada 31 Agustus 2016.
Setelah ditangkap, Aldi dibawa ke kantor polisi dan mengaku mengalami penganiayaan secara masif oleh para polisi di sana. “Saya ditangkap oleh Pak Rudiana dan tiga orang rekannya. Saat itu jam 16.30 WIB, Rudiana mengenakan kemeja. Saya tidak tahu itu Rudiana,” kata Aldi dalam persidangan,
Aldi juga mengungkapkan bahwa ia dan terpidana lainnya dipaksa berjalan dengan gaya bebek. Nahasnya, tak cuma berjalan gaya bebek, Aldi mengaku dipukul, diinjak, dan diperlakukan layaknya binatang sejak awal diringkus Rudiana dkk.
Menurutnya, penangkapan dilakukan tanpa adanya surat penangkapan dan tanpa alasan yang jelas. “Saat di mobil, kami dipukuli. Ketika sampai di Polsek, kami disuruh berjalan seperti bebek. Banyak polisi yang berbaris menghadang kami. Kami dipukul, diinjak, diperlakukan seperti binatang,” tambahnya.






