Dia juga mengaku sengaja hadir dari Belanda ke Kantor DKPP RI untuk menghadiri persidangan secara langsung Rabu (3/6). “Karena saya sendiri ingin mengikuti, melihat, bagaimana keadilan di Indonesia ditegakkan, dan sekarang adalah buktinya di mana semua keadilan itu ditegakkan oleh DKPP,” katanya.
“Dan juga saya ingin memberikan inspirasi kepada semua korban, mau kasus apa pun itu untuk dapat berani, terutamanya perempuan, untuk mengajukan atau memperjuangkan keadilan,” tegasnya.
Sementara Ketua KPU Hasyim Asy’ari menerima keputusan DKPP yang memecatnya. Dia malah mengucapkan syukur atas putusan DKPP yang membuatnya terbebas dari tugas berat sebagai Ketua KPU RI.
“Saya mengucapkan Alhamdulillah, dan saya ucapkan terima kasih kepada DKPP yang telah membebaskan saya dari tugas-tugas berat sebagai anggota KPU yang menyelenggarakan pemilu,” jelas Hasyim di Kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Rabu (3/7/2024).
Dia juga meminta maaf, tapi bukan ditujukan secara spesifik kepada korban inisial CAT, melainkan kepada jurnalis yang selama ini berinteraksi dengannya.(*)




