Selain itu, ada juga ruas Batang–Semarang, Ngawi–Kertosono, Kertosono–Mojokerto, jalan tol relokasi tol Porong–Gempol (Porong–Kejapanan), Gempol–Pasuruan Seksi III (Pasuruan–Grati), Pasuruan–Probolinggo (Grati–Probolinggo), dan jalan tol Bakauheni–Terbanggi Besar.
Sementara di tahun 2019, sejumlah tol di luar Jawa juga akan beroperasi. Di antaranya Balikpapan – Samarinda dan Manado – Bitung. “Gate to gate kita resmikan. Tidak menunggu misalnya 99 KM difungsikan,” terangnya.
Basuki menambahkan, penambahan ruas tol yang beroperasi akan berdampak positif pada kemampuan daya saing Indonesia. Saat ini, Indonesia masih berada di peringkat 45. Dengan pembenahan infrastruktur yang masif, dia optimis Indonesia bisa masuk ke 40 besar di tahun depan.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menambahkan, pembangunan infrastruktur seperti tol sangat diperlukan untuk pemerataan ekonomi.
Sebab, salah satu penyebab lambatnya pertumbuhan ekonomi di daerah adalah tidak adanya akses infrastruktur. Baik untuk distribusi maupun menarik investasi. “Jadi kita akan terus membangun infrastruktur,” ujarnya.
(far/ttg)



