Seperti peringatan Hari Bumi, tanam pohon, ulang tahun LIPI, pameran iptek, sekolah adiwiyata, dan lainnya.
Ibu M. Akbar Fuad dan M. Rizky Fuad itu menjelaskan ke depan akan terus menata lingkungan Kebun Plasma Nutfah yang berisi buah-buahan langka di LIPI.
Sehingga bisa sekaligus menjadi tempat wisata edukasi untuk masyarakat. Dia berharap anak-anak di masa depan tetap bisa mengetahui ragam buah-buahan Nusantara.
Kepada masyarakat, dia berpesan supaya ikut aktif melestarikan buah-buahan endemis atau khas setempat. Biasanya buah-buahan yang terancam punah itu memiliki rasa yang tidak enak, tampilan kurang menarik, dan tidak memiliki nilai jual.
Sehingga masyarakat tidak tergerak untuk membudidayakannya.
Padahal, menurut Enung, setiap jenis buah-buahan itu memiliki keistimewaan khusus dalam gennya.
Misalnya, ada yang membawa gen perakaran baik, gen tahan terhadap hama atau penyakit tertentu, serta gen-gen positif lainnya.
Suatu saat nanti, melalui teknologi transformasi gen yang semakin maju, gen-gen spesial itu bisa ditransfer ke tanaman lain.
(*/oki)



