Sebab, kultur jaringan membutuhkan jaringan yang benar-benar steril dan tidak terkontaminasi apa pun. Buah lokal yang telah berhasil dikembangkan tim Kultur Jaringan Puslit Bioteknologi LIPI antara lain buah merah khas Papua dan sukun.
Untuk menambah koleksi buah langka, ada banyak cara yang dilakukan. Enung mencontohkan suatu ketika dirinya sedang dalam perjalanan di wilayah Bogor.
Dia kemudian terkejut melihat orang menjual buah kapulasan (Nephelium mutabile). Buah kapulasan ini mirip seperti rambutan. Tetapi, tidak ada rambutnya. Sehingga sering juga disebut rambutan botak/rambutan babat.
Menurut Enung, buah kapulasan rasanya manis. Hanya kurang disukai karena kulitnya tebal, tetapi daging buahnya tipis. Meskipun sama-sama berambut pendek, buah kapulasan ini berbeda dengan rambutan rapiah.
Kemudian, ketika berkunjung ke Tabalong, Kalimantan Selatan, Enung menemukan orang berjualan langsat tabalong. Dia pun langsung membeli langsat yang sangat manis itu, kemudian dikumpulkan bijinya untuk ditanam di Kebun Plasma Nutfah LIPI.
Sayangnya, jumlah biji langsat tabalong ini sedikit. Bahkan, banyak buah yang tidak memiliki biji.



