NASIONAL

Rumah Bos Lippo Group Diobok-obok

×

Rumah Bos Lippo Group Diobok-obok

Sebarkan artikel ini

Adakah kaitan khusus James dengan dugaan suap proyek Meikarta? Febri tidak menjelaskan dengan gamblang. Dia juga belum memastikan apakah James akan dipanggil sebagai saksi.

Febri hanya menyebutkan bahwa semua pihak dari Lippo, Pemkab Bekasi, serta pihak terkait lain memungkinkan dipanggil. ”Nanti kami informasikan siapa saja pihak yang akan dipanggil. Bisa saja yang dipanggil dari pihak kabupaten atau Lippo,” jelas dia.

Bank bjb Tandamata

Penggeledahan di rumah James berlangsung tertutup sejak dini hari hingga sekitar pukul 08.00 kemarin. Sayang, Febri enggan menyebutkan barang apa saja yang ditemukan di dalam rumah tersebut. ”Tidak bisa dirinci tiap lokasi,” kata dia.

Dia hanya menjelaskan, dari 12 lokasi yang digeledah, petugas menyita sejumlah barang dan dokumen. Di antaranya, dokumen terkait perizinan oleh Lippo ke Pemkab Bekasi, catatan keuangan, dan barang bukti elektronik seperti komputer dan compact disk. ”Ada kontrak-kontrak ditemukan, ada yang dari rumah dan dari kantor,” ujar Febri.

Sementara itu, kuasa hukum PT MSU Denny Indrayana menuturkan, pihaknya tetap dan akan terus menghormati proses hukum yang dilakukan KPK. Termasuk kegiatan penggeledahan tersebut. ”Dan akan terus bekerja sama dengan KPK untuk bersama-sama mengungkap tuntas kasus dugaan suap atau pemerasan tersebut,” ujar dia melalui pesan WhatsApp kepada Jawa Pos semalam.

Dia mengapresiasi dan berterima kasih kepada tim KPK yang telah melakukan penggeledahan secara profesional dan penuh etika sopan santun sehingga tetap menciptakan suasana kerja yang nyaman dan kondusif. ”Berdasarkan hasil kegiatan yang dituangkan dalam berita acara penggeledahan, dapat dijelaskan bahwa tidak ada barang, dokumen, ataupun surat yang dibawa oleh tim KPK dari lokasi kediaman (rumah pribadi James Riady, Red) tersebut,” ungkap dia.