JAKARTA– Kemenag Kota Bandung merinci, sebanyak 1.116 jemaah haji akan berangkat menunaikan ibadah ke Mekkah tahun ini. Sementara sebanyak 1.311 jemaah gagal berangkat tahun ini.
Kepala Kemenag Kota Bandung Tedi Ahmad Junaedi menerangkan, tahun ini pihaknya hanya menerima 46,5 persen keberangkatan jemaah haji. Hal itu sesuai regulasi teranyar dari Kerajaan Arab Saudi mengenai pelaksanaan ibadah haji di masa pandemi Covid-19.
“Kuota haji tahun ini ada 1.116. Itu menurun karena kuotanya terbatas hanya 46,5 persen yang bisa berangkat,” kata Tedi, Kamis (12/5/2022).
Tedi mengungkap, jika mendapat kuota normal, seharusnya ada 2.427 jemaah yang akan berangkat haji pada tahun ini. Namun karena kuotanya terbatas, maka hanya 1.116 jemaah yang bisa berangkat haji. Jika dikalkulasikan, artinya ada 1.311 jemaah yang gagal berangkat menunaikan ibadah haji pada tahun ini dari Kota Bandung.
“Itu sudah ada listnya, masuk daftar entry. Yang diprioritaskan adalah pemberangkatan tahun 2020 yang belum berangkat saat itu,” terangnya.
Tedi menjelaskan, faktor gagalnya 1.311 jemaah asal Kota Bandung berangkat haji tahun ini karena adanya diskresi atau aturan baru dari Kerajaan Arab Saudi. Salah satunya, terkait batasan usia 65 tahun untuk jemaah yang akan berangkat menunaikan ibadah haji.
Namun Tedi memastikan, setelah aturannya kembali normal, ribuan jemaah yang gagal berangkat itu akan langsung didaftarkan dalam daftar tunggu pemberangkatan jemaah haji.
“Iyah ada aturan pembatasan usia 65 tahun. Nanti kalau kuota sudah normal, itu bisa terakomodir kembali. Karena saat ini dianggap diskresi, Arab Saudi tidak mau lebih berisiko terhadap penyakit yang saat ini masih dianggap ada walau melandai,” pungkasnya.
Sementara itu, Kemenag Kabupaten Gresik memastikan ada 11 orang Calon Jemaah Haji (CJH) yang gagal berangkat pada 2022. Pasalnya, sampai batas waktu ditentukan tidak melakukan pelunasan biaya.
“Total jumlah CJH asal Gresik yang akan berangkat tahun ini, ada 1.042 orang dan terbagi dalam beberapa kelompok terbang (kloter). Namun, ada 11 orang yang dipastikan gagal berangkat,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Gresik, Lulus, Sabtu (21/5).





