Anak buah Giring Ganesha itu menegaskan mudik gratis Pemprov DKI yang didanai oleh APBD DKI sampai belasan miliar malah dijadikan ajang kampanye terselubung. “Masalahnya kan ada pada kegiatan yg didanai APBD sebesar Rp 13,7 miliar tapi malah digunakan untuk kampanye dengan membagikan kaos calon presiden,” sambungnya.
“Masak penyalahgunaan wewenang mau kita biarkan?” heran Sigit Widodo.
Membalas cuitan itu, anak buah Anies Baswedan balik mempertanyakan cuitan Sigit Widodo. “Menyalahgunakan wewenang bagaimana? Wong faktanya saja salah,” balas Tatak Ujiyati.
Tatak menegaskan, bahwa tidak ada yang memproduksi dan membagi-bagikan kaos ‘Anies Baswedan Presiden’ kepada peserta mudik gratis Pemprov DKI Jakarta. “Pemegang wewenang di acara itu ~ gubernur Anies, tim gubernur maupuan aparat pemprov DKI lainnya ~ tak ada yg memproduksi & membagikan kaos apapun,” katanya. (ruh/pojoksatu)






