“Bahwa kejadian tersebut benar yaitu Prajurit TNI dari Satgas Yonif R 321/GT yang bertugas dalam rangka pencarian pilot susi air di wilayah Mugi-Mam Nduga diserang dan ditembak oleh gerombolan KST,” ungkap Herman.
“1 Orang Prajurit atas nama Pratu Miftahul Arifin tertembak dan jatuh ke jurang sedalam kurang lebih 15 meter dan yang bersangkutan diketahui meninggal dunia,”katanya.
Sementara itu, di waktu yang sama Kolonel Kav Herman Taryaman juga menjawab isu 6 prajurit gugur, 9 disandera dan 21 lainnya belum diketahui nasibnya akibat serangan teroris OPM di wilayah Mugi-Mam, Kab. Nduga, Papua Pegunungan.
Pihak Kodam XVII Cenderawasih menegaskan informasi yang beredar tersebut belum dapat dipastikan. “Terkait jumlah gugur dan luka-luka belum bisa dipastikan berapa jumlahnya,” kata Kapendam XVII.(*)






