Polri Minta Digital Literasi Digalakkan

  • Whatsapp

JAKARTA— Makin kronisnya penyebaran hoax membuat Polri kelimpungan. Sudah berulang kali penyebar hoax ditangkap, namun hoax selalu muncul. Yang terakhir penyebaran hoax penculikan anak hingga tujuh orang ditangkap. Namun, penangkapan itu seakan belum membuat netizen lain sadar.

Hoax memang semakin kronis. Tidak hanya hal yang berbau politik dibalut dengan hoax. Bahkan, beberapa waktu lalu hoax muncul saat terjadi gempa Palu. Dengan begitu, hoax seakan tidak memandang waktu dan tempat.

Bacaan Lainnya

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan bahwa penegakan hukum terhadap penyebar hoax memang perlu ditunjang dengan digital literasi. Dimana kemampuan itu diperlukan dalam zaman digital ini. ”Ini penting,” ujarnya.

Digital literasi merupakan kemampuan untuk menganalisa informasi dalam menggunakan berbagai teknologi digital. Sehingga, mengetahui mana informasi yang benar dan mana informasi yang salah. ”Sehingga, sebelum menyebarkannya sudah memastikan kebenarannya,” tuturnya.

Sementara Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menuturkan, bila masyarakat tidak menemukan informasi untuk memastikan kebenaran suatu berita. Maka, sebaiknya melaporkannya ke kepolisian. ”Sebelum menyebarkannya,” ujarnya.

Kepolisian akan berupaya untuk memastikan kebenaran dari informasi tersebut. Yang nantinya akan memberikan informasi kepada masyarakat. ”Ke Polsek, Polres atau Polda juga bisa untuk memastikannya,” terang jenderal berbintang dua tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *