NASIONAL

Polisi Bubarkan Ibu-Ibu Saat Pengajian, Karena…

×

Polisi Bubarkan Ibu-Ibu Saat Pengajian, Karena…

Sebarkan artikel ini

JAKARTA-Kapolres Banggai, Sulawesi Tengah resmi dicopot dari jabatannya. Ini setelah tindakannya membubarkan pengajian ibu-ibu ketika penggusuran lahan di Tanjungsari, Banggai, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu.

Mabes Polri mengambil langkah tegas ini setelah insiden tersebut viral di media sosial. Pencopotan ini juga dilakukan untuk memudahkan Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri memeriksa Heru.

Bank bjb Tandamata

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, dirinya menerima info dari Asisten Sumber Daya Manusia (SDM) Kapolri Irjen Arief Sulistyanto tentang pencopotan Heru. Kapolresnya dicopot untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh Paminal (Pengamanan Internal) Propam Polri. Makanya ini sementara ini dicopot dulu untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Setyo di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Menurut Setyo, keputusan pencopotan Heru karena ada indikasi pelanggaran saat pembubaran ibu-ibu pengajian. Untuk kepastiannya, Polri masih melakukan pendalaman.

“Yang penting copot dulu karena ada indikasi pelanggaran yang dilakukan,” ujar Setyo tanpa memerinci indikasi pelanggaran yang dilakukan. “Sudah ada indikasi (pelanggaran), tidak sesuai prosedur yang dilakukan,” tambahnya.

Menurut dia, Polri memiliki standar operasional prosedur (SOP) ketika membubarkan aksi massa. Pertama, kata Setyo, harus ada negosiasi terlebih dahulu.

Setelah negosiasi, Polri melakukan pendekatan-pendekatan secara humanis. Karena itu Polri tak bisa langsung menggunakan kekerasan.

“Ketika itu (pendekatan humanis, red) tidak dilakukan, kami tidak boleh langsung dengan melakukan penembakan gas air mata. Itu ada prosedurnya,” katanya.

Lebih lanjut Setyo mengatakan selain kapolres, Propam juga akan meminta keterangan dari Kapolda Sulteng Brigjen I Ketut Argawa. “Kapolda juga diminta keterangan oleh Propam,” ungkap mantan Wakabaintelkam Polri itu.

Sebelumnya Wakapolri Komjen Syafruddin merasa geram dengan isu pembubaran paksa ibu-ibu pengajian oleh Polres Banggai. Syafruddin bahkan mengaku sudah mengirim tim Divisi Propam Polri untuk melakukan pemeriksaan.

“Sekarang Karo Paminal Brigjen Teddy Minahasa sedang berada di lokasi. Karena ini beritanya sangat dahsyat, sangat mengiris hati umat Islam,” katanya, di Jakarta, Jumat (23/3/2018). (boy/jpnn/nin)