Peserta Kemah Sastra Nasional (KSN) 2018

Puncaknya, pada tengah malam peserta melakukan pendakian ke Kawah Ijen. Di sana benar-benar luar biasa. Seperti halnya ketika menulis, seseorang harus melalui proses agar bisa menghadirkan karya bernilai dan indah. Saat mendaki pun demikian. Peserta harus melalui jalanan yang tak mudah.

Di tengah kegelapan, peserta berjuang untuk sampai ke puncak melihat keindahan kawah Ijen yang sangat terkenal tidak hanya di Indonesia, tetapi hingga penjuru dunia. Terakhir peserta diantarkan ke Bangsring yang juga merupakan tempat wisata indah di Banyuwangi.

Ketua Dewan Kesenian Blambangab Samsudin Adlawi mengatakan, KSN ini adalah acara yang pertama kali diselenggarakan. Peserta tidak hanya membacakan puisi, tetapi juga diberikan ruang untuk belajar lagi dengan adanya seminar kepenulisan kreatif dengan Ahmadun Yosi Herfanda dan Hasan Aspahani.

Hasan Aspahani, salah satu kurator, mengatakan bahwa puisi-puisi yang lolos telah memenuhi kriteria dan memiliki gaya tutur yang layak dibaca dan dipelajari. Peserta yang mengirim puisi tersebut ingin mengutarakan satu hal yang sama, tetapi bisa diucapkan dengan gaya tutur yang berbeda dan memenuhi tiga nilai. Yakni pengalaman tentang Banyuwangi, imajinasi terhadap Banyuwangi, dan nilai-nilai yang ingin dibangun.

Amalia sendiri sudah menerbitkan sendiri karya-karyanya, di antaranya Pesan Rahasia (2017) dan Anugerah Dari Langit (2017). Selain itu, ia aktif dalam komunitas menulis dan sastra, serta tercatat sebagai pengajar salah satu sekolah dasar di Sidoarjo.

Menurut dia, Sidoarjo pun sebenarnya berpeluang untuk mengadakan acara serupa. Apalagi di Kota Delta ini ada juga beberapa komunitas sastra seperti Malam Puisi Sidoarjo dan Forum Lingkar Pena.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.