Peserta Kemah Sastra Nasional (KSN) 2018

Rizka Amalia, penggiat literasi Kota Delta, baru saja mengikuti Kemah Sastra Nasional (KSN) di Banyuwangi. Alumnus Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu bertekad menggelar kegiatan serupa di Sidoarjo.

MENGIKUTI Kemah Sastra Nasional (KSN) merupakan kesempatan emas untuk bertemu para sastrawan terkemuka di tanah air. Event akbar ini dihadiri para penyair dari berbagai daerah. Hal tersebut menjadi kesempatan untuk berkenalan sekaligus bersilaturahim dengan para pujangga tersebut. Ada juga perwakilan dari Malaysia yang turut hadir.

Para penyair yang diundang khusus ke Banyuwangi karena puisi mereka lolos dalam seleksi yang dikuratori sejumlah sastrawan senior seperti Zawawi Imron, Hasan Aspahani, Wayan Jengki Sunarta, dan Ahmadun Yosi Herfanda.

Awalnya Amalia merasa pesimistis dan tak percaya. Ada sekitar 600 puisi yang diterima panitia dan hasilnya hanya 100-an yang lolos. Namun, syukur alhamdulillah, puisinya lolos dalam acara yang dibuka oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Sabtu (28/4/2018).

KSN digelar selama dua hari. Banyak kegiatan yang menarik dan menginspirasi kaum muda. Ada seminar dengan pemateri Hasan Aspahani dan Ahmadun Y. Herfanda. “Seminar ini bukan seminar biasa. Dua tokoh besar itu berbagi ilmunya bagaimana caranya membuat puisi yang renyah dan cara mudah menulis cerpen,” tutur Amalia.

Ada juga diskusi bersama Garin Nugroho, sutradara terkemuka. Tak kalah serunya pembacaan puisi oleh Zawawi Imron, Sutardji Calsoem Bahri, I Wayan Jengki Sunarta, serta beberapa peserta KSN. Namun, sebelumnya, di pembukaan acara ada suguhan khas Banyuwangi dengan tampilan tarian Gandrung. Setelah itu peluncuran dua buku karya peserta (Senyuman Lembah Ijen) dan karya para siswa dan guru di Banyuwangi (Menggandrungi Banyuwangi).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.