Penggunaan Vaksin Halal Didorong Pemerintah untuk Jadi Prioritas

vaksin COVID-19
Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 dosis pertama kepada siswa di SD Plus Hang Tuah 06 di Jakarta, Rabu (22/12/2021). TNI AL melalui Lantamal III memberikan Vaksinasi anak usai 6 - 11 tahun Sebanyak 400 siswa dari Sekolah Dasar dan Sekolah Taman Kanak-Kanak sebagai upaya mendukung program pemerintah menuju kekebalan komunal (Herd Immunity). FOTO : FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS

JAKARTA — Anggota Komisi IX DPR RI Yahya Zaini mendorong pemerintah agar dalam penggunaan vaksin memprioritaskan vaksin yang halal. Hal ini untuk memberikan perlindungan dan rasa aman bagi konsumen, khususnya bagi konsumen muslim.

“Pada waktu awal vaksinasi, alasan kedaruratan dapat dijadikan dasar yang memperbolehkan penggunaan vaksin tidak halal. Tetapi untuk kondisi sekarang apakah masih relevan alasan tersebut,” kata Yahya dalam keterangannya, Minggu (26/12).

Bacaan Lainnya

Menurut dia, saat ini ada dua merek vaksin Covid-19 yang sudah mendapatkan sertifikat 100 persen Halal dan suci dari MUI, yaitu Sinovac dan Zivifax. Kedua jenis vaksin itu juga sudah mendapatkan izin Emergency Use Authorization (EUA) atau izin penggunaan darurat vaksin Covid-19 dari Badan POM.

Dia mengutarakan, dengan semakin banyaknya pilihan vaksin halal, maka tidak ada lagi alasan bagi masyarakat yang selama ini menolak untuk divaksin dengan alasan tidak halal. Karena harus diakui, masih ada sebagian warga masyarakat yang ragu dan tidak mau di vaksin dengan alasan vaksinnya tidak halal.

“Hal ini antara lain, tercermin di daerah yg tingkat vaksinasinya masih rendah, seperti di Aceh,” ucap Anggota DPR dari Dapil Jatim VIII tersebut.

Yahya juga mendorong agar vaksin booster yang akan digunakan adalah vaksin yang halal. Karena sampai saat ini, pemerintah sendiri belum menentukan jenis vaksin yang akan digunakan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.